Berita

ilustrasi/ist

PBB Prediksi Tragedi Kemanusiaan di Sudan Selatan Memburuk

SABTU, 21 JANUARI 2012 | 16:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengumumkan adanya peluang semakin memburuknya tragedi kemanusiaan di Sudan Selatan. Selain belum selesainya pertikaian antara Sudan Selatan dengan Sudan, hal ini juga disebabkan adanya konflik antar suku di negara yang baru merdeka tersebut. PBB memperkirakan,  sedikitnya ada 120 ribu orang di Sudan Selatan yang saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Sekjen Ban (Ban Ki Moon) sangat prihatin atas ketegangan yang berlanjut di sepanjang perbatasan Sudan dan Sudan Selatan, termasuk krisis minyak belakangan ini," kata Jurubicara PBB Martin Nesirky sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 21/1).

Konflik antar suku di Sudan Selatan bermula saat terjadi serangkaian perampokan ternak di Negara Bagian Jonglei yang kemudian memicu perang antara suku Lou Nouer dan Murle pada bulan lalu. Hal inilah yang mengakibatkan puluhan orang tewas dan puluhan ribu mengungsi.


Selain itu, perseteruan antara Sudan dan Sudan Selatan semakin meningkat. Setelah resmi berpisah pada tahun lalu, kedua negara ini masih bersengketa mengenai  permasalahan yang sebenarnya telah muncul sebelum kedua negara tersebut berpisah seperti, masalah perbatasan, pembagian pendapatan dari minyak mentah dan bagaimana cara membagi utang negara.

Selain mendukung upaya Uni Afrika yang menjadi sponsor perundingan kedua negara yang akan digelar di Addis Ababa, Ethiopia, Ban Ki Moon juga meminta dunia Internasional mengatasi masalah kedua negara ini.

"Sekjen mendesak semua pihak melakukan segala upaya untuk menciptakan kesepakatan di antara kedua negara," imbuh Nesirky.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya