Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Bolivia Sepakati Kerjasama dengan AS dan Brasil

SABTU, 21 JANUARI 2012 | 14:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah Bolivia akhirnya menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Brasil untuk menekan produksi kokain ilegal.

Dalam perjanjian, yang merupakan buah dari hasil pembicaraan yang dilakukan selama berbulan-bulan ini, disepakati bahwa AS dan Brasil akan memberi bantuan teknis termasuk pantauan satelit atas ladang-ladang koka, tumbuhan yang daunnya dijadikan bahan dasar pembuatan kokain di Bolivia.

Pejabat senior Kedubes AS di La Paz, John Creamer mengatakan kesepakatan ini sangat penting dalam meningkatkan upaya pemberantasan narkotika.


"Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparat keamanan Bolivia untuk memantau perkebunan koka dan meningkatkan kerjasama teknik dan sains (dengan AS dan Brazil)," kata Creamer.

Meski telah menyepakati perjanjian untuk menekan produksi kokain ilegal tersebut, Menteri Dalam Negeri Bolivia Wilfredo Chavez tetap mendesak AS dan Brasil untuk menghormati kebiasaan tradisional warga Bolivia yang gemar mengunyah koka, untuk keperluan kesehatan dan ritual keagamaan bagi budaya Andes.

Bolivia sejauh ini dikenal sebagai penghasil kokaine ketiga terbesar di dunia dan pasar utama kokain Bolivia adalah Brasil. Bahkan Presiden Bolivia Evo Morales adalah mantan petani koka dan kini masih menjabat sebagai Ketua Federasi Petani Koka Bolivia. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya