adhie massardi/ist
adhie massardi/ist
RMOL. Pengakuan Nazaruddin kabur ke luar negeri gara-gara ribut sama Cikeas (SBY), dan bukan lari karena dituduh terlibat skandal suap Wisma Atlet di kantor Andi Mallarangeng, sebenarnya bukan hal baru. Kalangan DPR dan aktivis anti-korupsi sudah lama tahu soal ini.
"Saya juga mendengar kabar itu. Nazar ribut sama SBY yang sempat gebrak-gebrak meja karena dia tidak mau dijadikan tumbal sendirian, hanya demi pencitraan Presiden Yudhoyono," ungkap Adhie Massardi, aktivis gerakan anti-korupsi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 18/1).
Sebab, ungkap Adhie, sepak terjang bendahara umum partai politik pasti atas persetujuan sekjen, ketua umum partai, dan disetujui atau minimal diketahui ketua dewan pembina.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Sabtu, 11 April 2026 | 18:18
Sabtu, 11 April 2026 | 17:50
Sabtu, 11 April 2026 | 17:27
Sabtu, 11 April 2026 | 16:19
Sabtu, 11 April 2026 | 16:14
Sabtu, 11 April 2026 | 15:54
Sabtu, 11 April 2026 | 15:21
Sabtu, 11 April 2026 | 14:54
Sabtu, 11 April 2026 | 14:47
Sabtu, 11 April 2026 | 14:28