Berita

ilustrasi/ist

Tak Berpihak kepada Daerah, Martiono Tak Boleh Pimpin Newmont Lagi

RABU, 18 JANUARI 2012 | 14:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Upaya Martiono Hadianto untuk tetap berada di PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) dan ditunjuk kembali sebagai Presiden Direktur dicium elemen mahasiswa dan pemuda di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka tak mau Martiono ditunjuk kembali sebagai Presiden Direktur yang ke dua kalinya.

"Selama ini Martiono tidak berpihak kepada daerah penghasil," kata Sekjen Forum Komunikasi Pemuda Kabupaten Sumbawa Barat (FKP KSB), Erick Dirgantara, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 18/1).

Salah satu bukti ketidakberpihakan yang terbaru dari Martiono, kata Erick, adalah niat dan keinginanya agar divestasi saham 7 persen di-take-over pemerintah pusat.


"Inilah blunder besar yang dilakukan Martiono, karena ruang untuk menentukan siapa yang berhak mengakuisisi saham 7 persen tidak dimiliki oleh Newmont. Newmont hanya berkewajiban mendivestasikan sahamnya sesuai regulasi yang ada," terang Erick.

"Lagi pula Martiono sama sekali tidak punya kedekatan emosional dengan warga lokal," sambungnya.

Untuk itu, lanjut Erick, Martiono tak layak memimpin Newmont. Sebaliknya, adalah waktu yang tepat untuk menunjuk putra daerah berkiprah di perusahaan tambang mineral yang bermarkas di Denver, Amerika Serikat ini.

Sementara terkait wacana Zulkieflimansyah, agar dijadikan sebagai pengganti Martiono yang akan pensiun bulan ini, Erick tidak mau mempermasalahkannya dan bahkan memberikan dukungannya. Selain sebagai putra Sumbawa, Zulkifliemansyah yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI ini sangat kapabel mengisi posisi tersebut.

"Dia (Zulkieflimansyah) bisa menjadi jawaban,"  demikian Erick. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya