Berita

sby/ist

Aneh Kalau Mengangap Presiden SBY Telah Langgar Amanat Konstitusi

RABU, 18 JANUARI 2012 | 00:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Anggapan bahwa pemerintah tidak menjalankan amanat konstitusi merupakan hal yang aneh. Pasalnya, Presiden SBY telah benar-benar meletakkan konsitusi sebagai landasan pemerintahan dan meletakan proses hukum di jalurnya. Presiden SBY juga telah menjalankan fungsi pemerintahan dengan landasan Undang-undang.

Demikian pendapat Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiwa Daerah (IKPMD) Abdul Rahim menanggapi pendapat pengamat politik Iberamsjah yang mengatakan bahwa Presiden SBY telah melanggar lima amanat konstitusi.

Menurut dia, amanat konstitusi yang dilanggar SBY adalah tidak mampu melindungi rakyatnya dari kekerasan, teror dan lainnya, tidak mampu menyejahterakan rakyat, tidak mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, dan tidak mampu menjaga martabat bangsa di mata dunia internasional.


"Jika mengkritisi keamanan maka harus dilihat dulu duduk persoalanya dan tekstur penangananya. Karena semua telah diatur dalam SOP instrumen Polri," kata Abdul Rahim.

Sebaliknya, kasus-kasus kekerasan yang marak terjadi saat ini, dalam hemat dia, adalah karena bayaknya kepentingan-kepentingan kelompok yang sedang tergangu dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang cenderung populis dan mengunakan rakyat untuk membiaskan tekstur keadaan kasus sebenarnya.

Kalau pertanyaanya kesejahtraan rakyat, sambung dia, maka harus dilihat apa ukuranya. Apakah pertumbuhan perkapita atau yang lainnya. Bukankah indikator membaiknya ekonomi kita adalah masuknya Indonesia dalam G20 dan masuk dalam negara yang dianggap baik untuk  investasi dan lain-lainnya.

"Jangan membaca pada tataran kulit muka tanpa membedah substansi permasalahannya. Ini bahaya. Baik hendaknya melihat lebih dalam komparasi penanganan korupsi di semua era kepemimpinan," kata Abdul Rahim menyarankan.

"Sebaiknya Iberamsjah jangan ngelindur," tandasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya