Berita

istimewa

Mundur Saja Anggota Banggar yang Tak Mau Pakai Ruangan Baru

SELASA, 17 JANUARI 2012 | 20:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Setelah keganjilan proyek renovasi ruang Badan Anggaran DPR terkuak, ada beberapa anggota Banggar yang tidak mau menggunakan ruangan tersebut.  Sikap seperti ini layak dipertanyakan. Pasalnya, jangan sampai masalah ini dijadikan sebagai wahana pencitraan semata dan melupakan substansi yang ada.

"Uang negara kan telah dipakai untuk merenovasi. Setelah selesai, mengapa tidak mau dipakai? Apa mau dirusak lagi yang sudah direnovasi itu? Apa ini tidak pemborosan dan mubazir?" tegas pengamat politik Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Selasa, 17/1).

Kalau betul-betul tidak mau memakai ruangan itu, sebaiknya anggota DPR itu mengundurkan diri saja dari Banggar DPR. Kalau sudah mundur, otomatis tidak berkantor di situ lagi.


"Menurut saya, yang perlu diusut adalah ada atau tidaknya penyelewengan dalam proyek renovasi itu," ungkapnya.

"Kalau ada dugaan itu, sudah sepantasnya pelakunya diadili sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Substansi yang perlu diketahui masyarakat adalah ada atau tidaknya pelanggaran. Karena itu, upaya penolakan terhadap proyek yang sudah ada itu dianggap tidak tepat. Justru itu adalah tindakan mubazir yang sangat ditentang oleh moral sosial dan agama," sambungnya.

Selain itu, DPR juga dituntut menjelaskan bagaimana proses anggaran Rp 20 miliar itu bisa diloloskan. Apakah ini murni kesalahan pihak sekretariat jenderal DPR atau justru sudah ada kesepakatan antara DPR dengan pihak kesekjenan terlebih dahulu. Jadi, penyelidikan BK DPR tentang masalah ini perlu diarahkan ke isu-isu tersebut. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya