Berita

ahmad kasino/ist

Ibarat Laelatul Qodar, Tanda-tanda Kejatuhan SBY Semakin Terlihat

SELASA, 17 JANUARI 2012 | 15:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tanda-tanda kejatuhan SBY melalui revolusi sudah semakin tampak. Bahkan dibandingkan dengan 1998, tanda-tanda itu jauh lebih kondusif. Di masa Presiden Soeharto, tentara mendukung penuh. Begitu juga dengan tokoh agama yang memberi dukungan dengan berkali-kali melakukan kebulatan tekad. Sikap serupa juga ditunjukkan hampir seluruh organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi.

Demikian disampaikan aktivis 98 Ahmad Kasino saat berbicara dalam diskusi yang diselenggarakan Rumah Perubahan 2.0 bertajuk "Gerakan Rakyat Vs Merosotnya Kredibilitas Pemerintah", (Selasa, 17/01). Turut hadir dalam diskusi, pakar politik UI Prof. Iberamsyah, paranormal Ki Gendeng Pamungkas.

"Bandingkan dengan sekarang, situasinya sudah jauh berbeda. Para tokoh agama menjuluki SBY pemimpin pembohong dan terus-menerus mengeritik dengan pedas. Buruh, tani, mahasiswa, aktivis, bahkan purnawirawan TNI juga sama. Sekarang tinggal tunggu waktu saja, revolusi rakyat akan menjatuhkan SBY," ungkap Kasino yang terlibat langsung pada peristiwa 1998.


Menurut dia, dalam teori revolusi, jika kondisi objektif dan subjektif sudah terakumulasi, maka pasti terjadi revolusi. Sekarang kondisi objektifnya sudah ada, yaitu harga berbagai kebutuhan dan jasa sangat mahal sehingga tidak terjangkau rakyat. Sedangkan kondisi subjektifnya juga ada, yaitu rasa ketidakpuasan seluruh elemen masyarakat terhadap pemerintah.

"Ibarat lailatul qodar yang ada tanda-tanda khususnya, revolusi kali ini pun sudah ada tanda-tandanya. Tinggal tunggu waktu terakumulasi saja. Tapi saya yakin, tahun ini SBY akan jatuh," ujar Kasino.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya