Berita

ilustrasi/ist

Buruh Minyak Ancam Terus Mogok Kerja Hingga BBM Kembali Disubsidi

MINGGU, 15 JANUARI 2012 | 11:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Negosiasi antara pemerintah Nigeria dan kelompok serikat pekerja perminyakan gagal mencapai kesepakatan terkait upaya pencabutan subsidi bahan bakar yang akan dilakukan oleh pemerintah negara tersebut.

Para pekerja mengancam akan terus melanjutkan mogok kerja jika pemerintah tetap mencabut subsidi untuk bahan bakar. Namun demikian, ketua kelompok serikat pekerja mengatakan bahwa mereka masih memberi kesempatan kepada pemerintah untuk berunding kembali.

"Ini merupakan pukulan yang menyakitkan, pertemuan ini belum menemui jalan buntu hanya saja kami belum mencapai kesepakatan, posisi kami adalah meminta mereka untuk menunda kenaikan harga minyak dan kemudian kami akan juga akan menghentikan sementara aksi mogok ini dan kembali berbicara," kata Ketua Kongres Buruh Nigeria, Abdulwaheed Omar sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 15/1).


Pemerintah Nigeria menerapkan kebijakan pencabutan subsidi minyak pada 1 Januari lalu dan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak hingga dua kali lipat. Harga BBM semula hanya 60 naira atau sekitar Rp 3.300 sekarang menjadi 140 naira atau Rp 7.700. Kenaikan ini sangat memukul perekonomian Nigeria yang sebagian masyarakatnya masih hidup dalam kemiskinan.

Nigeria merupakan negara penghasil minyak nomor enam terbesar di dunia. Penjualan minyak mentah di Nigeria menyumbang 80 persen pemasukan negeri itu. Namun akibat korupsi dan salah pengelolaan, Nigeria gagal untuk bisa mengolah minyak mentah mereka menjadi bahan bakar dan hingga sekarang Nigeria masih harus mengimpor bahan bakar dari negara lain. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya