Berita

ilustrasi

Dunia

Peringkat Utang Perancis Anjlok

SABTU, 14 JANUARI 2012 | 14:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Lembaga pemeringkat utang Standard & Poor's (S&P) menurunkan peringkat rating utang salah satu negara ekonomi utama di Eropa, Perancis dari AAA menjadi AA+. Penurunan ini diprediksi akan mempersulit negara kawasan Uni Eropa untuk membendung krisis di wilayahnya.

Penurunan peringkat kredit Perancis ini menggambarkan bahwa krisis utang yang terjadi di zona Euro dalam dua tahun terakhir sudah parah. Krisis ini juga menimbulkan keraguan di kalangan pelaku pasar keuangan akan masa depan mata uang regional di Uni Eropa itu.

Sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 14/1) selain Perancis, penurunan rating peringkat utang juga dialami sejumlah negara Uni Eropa seperti Malta, Slovakia, dan Slovenia yang masing-masing mengalami penurunan satu tingkat. Sedangkan untuk Italia, Spanyol, Portugal, dan Siprus menderita penurunan dua peringkat.


Saat ini Jerman adalah satu-satunya negara Uni Eropa pengguna Euro yang menurut S&P masih bertahan di peringkat AAA karena ekonominya dipandang paling stabil.

Para pemimpin Eropa sebelumnya telah mengeluarkan beberapa inisiatif dalam menghadapi krisis ekonomi yang secara sistemik berlangsung di negara pengguna Euro. Saat ini, sejumlah negara telah menerapkan langkah yang kurang populer dalam menanggulangi krisis, yaitu dengan menerapkan penghematan anggaran dan menaikkan pajak. Kebijakan tersebut menyebabkan gelombang PHK di kalangan pegawai negeri sipil dan memicu serangkaian protes.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya