Berita

saleh p daulay/ist

Indonesia Akan Jalan di Tempat Kalau Intelektual Disingkirkan

RABU, 11 JANUARI 2012 | 22:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dari 106 orang pendaftar komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang lolos secara administrasi hanya sedikit yang mempunyai jaringan yang bagus. Padahal, dalam penyelenggaraan pemilu, faktor keluasan jaringan sangat membantu kerja-kerja KPU.

Hal itu dikemukakan pengamat politik Saleh P. Daulay  kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 11/1).

Tidak hanya yang memiliki jaringan luas, calon yang tidak diloloskan pansel itu termasuk para akademisi yang selama ini konsen mengurusi Pemilu. Seperti peneliti dan pengamat politik senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris.


"Kalau Pansel sudah tidak percaya lagi pada akademisi dan intelektual untuk menyelenggarakan pemilu, maka dipastikan bangsa ini akan jalan di tempat dan jauh dari kemajuan," tegas alumnus Colorado State University Amerika Serikat yang saat ini mengajar di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya