Berita

joko widodo/ist

Pemberitaan Positif tentang Jokowi Bagai Angin Badai

SENIN, 09 JANUARI 2012 | 10:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Nama Walikota Solo dan pengusaha muda Sandiago Uno baru beredar sebulan lalu setelah Cyrus Network merilis surveinya pada 4 Desember 2011 yang memunculkan nama kedua tokoh tersebut. Tapi, meski baru sebulan, tingkat elektabilitasnya telah meningkat.

"Yang paling mencolok adalah hasil (survei) untuk Jokowi dan Sandiago. Karena nama mereka baru beredar satu bulan setelah kita launching survei pada 4 Desember lalu," ungkap Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Tingkat elektabilitas keduanya saat ini mengungguli calon-calon lain yang sudah lebih dari setahun mensosialiasikan diri sebagai calon gubernur. Seperti Hendarji Supandji, Nahcrowi Ramli, dan Nono Sampono.


"Walaupun angkanya baru 6 persen. Tapi angka 6 persen ini sudah lebih tinggi dari calon-calon yang lebih dari setahun sosialisasi. Kayaknya dua orang ini barang bagus jauh lebih gampang untuk dijual," jelasnya.

Cyrus Network menggelar survei pada 23-29 Desember lalu melibatkan 500 responden. Survei itu menunjukkan elektabilitas Fauzi Bowo 25,3 persen; Tantowi Yahya 19 persen; Faisal Basri 15,0 persen; Joko Widodo 6,0 persen; Sandiaga S. Uno 6,0 persen; Wanda Hamidah 4,7 persen; Nachrowi-Ramli 2,7 persen; Triwisaksana 2,3 persen; Hendardji Supandji 2,0 persen; Nono Sampono 1,7 persen; dan menjawab tidak tahu 14,7 persen.

Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin of error +/-4,38 persen. Cyrus menggelar survei dua minggu sekali menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta Juli 2012 mendatang. Meski begitu, elektabilitas para calon itu akan bisa saja berubah. Tergantung isu dan gebrakan yang dibuat oleh calon tersebut.

"Seperti Minggu kemarin ada pemberitaan soal Jokowi dengan mobil Esemka ramai sekali. Kalau minggu ini kita survei mungkin bisa berubah lagi petanya. Atau Fauzi Bowo, Tantowi Yahya bikin gebrakan apa, nanti bisa berubah lagi," jelasnya.

Khusus untuk Jokowi, katanya lagi, boleh jadi tingkat elektabilitasnya akan naik setelah pemberitaan mobil Kiat Esemka yang ia jadikan mobil dinas.

"Nanti kita buktikan. Saya rasa Jokowi yang paling punya peluang. Karena pemberitaan positif tentang Jokowi itu seperti angin badai. Yang bisa menggoyang posisi Fauzi Bowo ya itu (Jokowi)," jelasnya.

"Minggu ini kita akan tracking lagi. Hari Minggu depan kita akan rilis lagi. Tapi kita tidak akan rilis besar-besaran, hanya muat di situs kita," demikian Hasan. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya