Berita

KH Said Agil

NU dan KH Said Agil Siraj Bangun Kerjasama dengan Salam World

MINGGU, 08 JANUARI 2012 | 07:06 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Udara yang cerah kota Istanbul menjadi pertanda baik bagi Nahdlatul Ulama dan Salam World. Keduanya memadu kerjasama yang saling menguntungkan bagi pengembangan budaya dan ekonomi Islam.

Nota kesepahaman (MoU) diteken langsung oleh Chairman Salam World, Ustadz Abdul Vakhid Niyazov dan Ketua PB NU, Kyai H. Said Agil Siraj di kantor pusat Salam World yang terletak di pinggir selat Bosporus. Setelah diawali dengan salat Duhur berjamaah dan perbincangan tentang seluk beluk Salam World, keduanya membubuhkan tanda tangan di depan para wartawan internasional maupun lokal. Demikian dilaporkan Muhamad, seorang pejabat Salam World langsung dari Turki.

Niyazov yang berasal dari Rusia itu menyampakan rasa gembira dan syukur atas penadatanganan kerjasama yang dilakukan kemarin (Sabtu, 7/1). Semua ini memberikan bobot yang makin mantap bagi Salam World yang rencananya diluncurkan medio tahun ini. "Langkah kami makin tegak dengan bergabungnya NU dalam kerjasama yang saling menguntungkan ini," ujarnya.

Sementara itu, KH. Agil Siraj yang baru tiba di Istanbul dini hari itu mengungkapkan bahwa antara Salam World dan Nahdlatul Ulama dapat berjalan seiringan karena memiliki tujuan dan basis yang sama. Keduanya bisa bergandeng tangan membangun peradaban dan menjadi jembatan umat Islam dalam kancah internasional. Meskipun dalam medan yang berbeda, namun keduanya dapat saling mengisi dan melengkapi.

"Nahdlatul Ulama (NU) dapat menyebarkan ide-ide besarnya ke seluruh dunia melalui situs Salam World, sedangkan Salam World bisa mengajak warga NU yang jumlahnya jutaan itu menjadi penggunanya. Sikap toleransi, hidup rukun dan berkeadilan menjadi landasan kita," kata Pak Kyai.

Dalam kesempatan itu, KH. Said Agil Siraj menyatakan bahwa setelah melalui pendalaman substansi konsep MoU dan juga melakukan modifikasi sesuai kebutuhan, maka Ketua PB NU tersebut menyatakan kesediaannya menjadi anggota Executive Board Salam World yang berpusat di Turki tersebut. Salah satu tugasnya adalah memberikan masukan bagi arah kebijakan perusahaan.

Sekretaris Jenderal PB NU, H. Marsudi Syuhud menambahkan, MoU ini diniati dengan ketulusan dan saling percaya. Diharapkan dari sini akan berkembang kerjasama lain seperti di bidang ekonomi dan keagamaan.

Dalam kesempatan temu kuli tinta dan media eletronik dimaksud, Ketua PB NU memaparkan tentang perkembangan Islam di Indonesia, khususnya yang menyangkut organisasi NU. Sebagai salah satu organisasi pendiri bangsa Indonesia, NU terus mendorong kehidupan yang harmonis dalam negara yang pluralistik serta mencegah kekerasan dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Salam World adalah situs jejaring sosial berbasis Islam dan berkonten halal halal pertama di dunia. Diharapkan, situs ini nantinya akan menjadi salah satu alternatif bagi para pengguna internet yang kadang merasa tidak aman dengan konten yang terlalu bebas. Diantara yang sudah bergabung dalam Salam World adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin dan mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya