RMOL. Pemerintah Inggris secara mengejutkan menolak serangan militer terhadap Iran, dengan anggapan bahwa serangan tersebut dapat mengancam pertumbuhan ekonomi dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond saat menghadiri konferensi NATO and the Case for Collective Defense in the 21st Century yang diselenggarakan di Atlanta Council, Washington, Amerika Serikat.
"Kami tidak akan mendukung serangan pendahuluan (first strike) terhadap Iran," tegas Hammond sebagaimana dikutip kantor berita berbahasa inggris milik Iran, PressTV (Sabtu, 7/1).
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa gangguan terhadap selat Hormuz akan mengancam pertumbuhan ekonomi dunia. Pasalnya selat yang memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab dilewati 15 kapal tanker per jam dan membawa hingga 17 juta barrel minyak bumi yang didistribusikan ke seluruh dunia.
"Adalah kepentingan kita semua agar urat nadi perdagangan global bisa tetap bebas, terbuka dan berjalan lancar," tambahnya.
Meski program nuklir Iran tak bisa diterima, namun pemerintah Inggris menganggap bahwa opsi serangan militer terhadap Iran hanyalah bersifat teoritis dan bila benar dilakukan hal tersebut hanya akan merugikan semua pihak.
Pemerintah Iran sebelumnya mengancam akan menutup Selat Hormuz karena geram dengan tuduhan Badan Energi Atom Internasional yang pada November lalu mengatakan ada indikasi Iran sedang mengembangkan pengayaan nuklirnya menjadi senjata. Kegeraman Iran bertambah saat Barat mencoba menerapkan sanksi terhadap industri minyak Iran dan Bank Sentral Iran.
[ald]