Berita

Dunia

KRISIS IRAN

Inggris Tolak Serangan Militer ke Iran

SABTU, 07 JANUARI 2012 | 16:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah Inggris secara mengejutkan menolak serangan militer terhadap Iran, dengan anggapan bahwa serangan tersebut dapat mengancam pertumbuhan ekonomi dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond saat menghadiri konferensi NATO and the Case for Collective Defense in the 21st Century yang diselenggarakan di Atlanta Council, Washington, Amerika Serikat.

"Kami tidak akan mendukung serangan pendahuluan (first strike) terhadap Iran," tegas Hammond sebagaimana dikutip kantor berita berbahasa inggris milik Iran, PressTV (Sabtu, 7/1).


Pemerintah Inggris menyatakan bahwa gangguan terhadap selat Hormuz akan mengancam pertumbuhan ekonomi dunia. Pasalnya selat yang memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab dilewati 15 kapal tanker per jam dan membawa hingga 17 juta barrel minyak bumi yang didistribusikan ke seluruh dunia.

"Adalah kepentingan kita semua agar urat nadi perdagangan global bisa tetap bebas, terbuka dan berjalan lancar," tambahnya.

Meski program nuklir Iran tak bisa diterima, namun pemerintah Inggris menganggap bahwa opsi serangan militer terhadap Iran hanyalah bersifat teoritis dan bila benar dilakukan hal tersebut hanya akan merugikan semua pihak.

Pemerintah Iran sebelumnya mengancam akan menutup Selat Hormuz karena geram dengan tuduhan Badan Energi Atom Internasional yang pada November lalu mengatakan ada indikasi Iran sedang mengembangkan pengayaan nuklirnya menjadi senjata. Kegeraman Iran bertambah saat Barat mencoba menerapkan sanksi terhadap industri minyak Iran dan Bank Sentral Iran.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya