Berita

presiden sby/ist

Kakak Kandung Pencuri Pisang Berkirim Surat ke Presiden

KAMIS, 05 JANUARI 2012 | 19:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Teguh Sumarno berkirim surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain kepada Presiden, kakak kandung Kuatno, remaja idiot yang ditahan polisi karena mencuri pisang, juga melayangkan surat yang sama kepada Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Ketiga surat itu dititipkan Teguh kepada tim dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Naswardi, petang ini di rumah Kuatno Jalan Anoa, Kali Sabuk RT 001/004 Kecamatan Kasugihan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Surat ditulis dan diserahkan oleh Teguh Sumarno kakak kandung Kuatno tersangka pencuri 9 tandan pisang," kata Naswardi kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.


Di hadapan Tim KPAI, sambil menahan tetesan air mata, Teguh Sumarno meminta perlindungan hukum terhadap adik kandungnya kepada Presiden. Sebagai orang yang mengalami keterbelakangan mental, Kuatno seharusnya tidak dihukum.

"Sebenarnya buah pisang yang di ambil Kuatno tidak semuanya masak karena ada beberapa yg masih kecil. Itu sebagai bukti bahwa Kuatno sebenarnya tidak memahami perbuatanya," jelas Naswardi menirukan ucapan Teguh.

Teguh Sumarno tampak bersedih atas penahanan adik kandungnya tersebut. Hal ini tampak terlihat dari wajah sedih dan suara serak Teguh saat ditemui Tim KPAI. Mendapat amanah dari Teguh, Naswardi berjanji akan meneruskan ketiga surat tersebut. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya