Berita

Masa Tahanan Diperpanjang, Pencuri Pisang Terancam Dipenjara 7 Tahun

KAMIS, 05 JANUARI 2012 | 16:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kuatno remaja berusia 21 tahun terancam hukuman penjara paling lama 7 tahun. Hal ini karena dia dituduh mencuri pisang.

Kuatno mencuri pisang pada pukul 10.00 WIB hari Jumat 11 November 2011 miliki Wardoyo, penduduk Kali Sabuk RT 001/004 Kecamatan Kasugihan, Cilacap, Jawa Tengah.

Warga memergoki Kuatno pada saat mengambil pisang tersebut. Warga langsung menangkapnya. Dan pada saat itu, tak berselang lama, polisi datang ke lokasi. Polisi datang ke lokasi karena diduga ada warga yang membocorkannya, meski hingga saat ini tidak diketahui siapa memberitahukan.


Saat ini Kuatno harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cilacap. Setelah masa penahanannya diperpanjang.

"Masa penahanan dia awalnya sampai 21 Desember. Tapi karena belum disidik diperpanjang lagi (masa penahanannya) sampai 10 Januari," jelas Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibie kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 5/11).

Pimen, demikian ia akrab disapa, saat ini berada di Cilacap bersama tim dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengadvokasi Kuatno. Fahman tidak habis pikir kenapa polisi masih memaksakan menahan K, padahal sang empunya tidak mempermasalahkan pisangnya dicuri. Apalagi, jelas Pimen, K sendiri memiliki keterbelakangan mental.

"Bahkan barang buktinya sekarang sudah tidak ada. Karena sudah dimakan warga," jelas Pimen.

Pimen menjelaskan, total harga pisang yang dicuri oleh K adalah seharga 160 ribu. Karena dia dituduh mencuri pisang sebanyak 15 tandan. Padahal, jelas Pimen, Kuatno hanya mengambil 9 tandan. Saat ini Kuatno terancam hukuman penjara paling lama 7 tahun karena telah melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian.

Pimen bersama tim KPAI, yang diwakili Naswardi, petang ini akan menemui Kuatno di Lapas Cilacap. Pihaknya akan menggali data dan kronologis kasus itu lebih detail kepada yang bersangkutan. Selain juga mencari fakta dari masyarakat. "Kita juga nanti akan tindak lanjut apakah ke KPAI atau ke Komnas HAM. Karena KPAI-kan hanya menangani anak di bawah 18 tahun," jelasnya.

DPP IMM sendiri meminta polisi memberlakukan hukum sesuai hati nurani dengan mengutamakan prinsip keadilan. "Karena si pemilik pisang tidak mempermasalahkan dan si pelaku mengalami keterbelakangan mental. DPP IMM mendesak supaya dia dibebaskan demi keadilan hukum," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya