Berita

Irman Gusman/ist

'Keluar' dari DPD, Irman Gusman Berpeluang Besar Gaet Dukungan Massa

SELASA, 03 JANUARI 2012 | 10:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman tercatat bekerja keras memperkuat posisi tawar lembaga yang dipimpinnya demi mempertegas wajah sistem parlementaria Indonesia.

Salah satu hasilnya, pada 16 Agustus 2011 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, untuk pertama kali, DPD bertindak sebagai tuan rumah dalam sidang bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Tapi, prestasi yang ditorehkan senator asal Sumatera Barat itu, di mata pengamat politik M. Qodari baru menjadi konsumsi elit. "Itu kan upaya internal saja. Wilayah konsumsi elit, belum kepada masyarakat bawah," kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 3/1).


Qodari memberikan penilaian terhadap Irman karena mulai digadang-gadang sementara kalangan sebagai tokoh alternatif pada pemilihan presiden 2014 mendatang.  Karena itu, menurut Qodari, Irman cukup dikenal di kalangan elit. Tapi, untuk masyarakat bawah, Irman belum menonjol karena belum ada gebrakan nyata.

"Cuman di masyarakat bawah (Irman) belum dikenal. Belum ada gebrakan nyata, aksi-aksi yang konkret yang membuat dia dikenal dan disukai masyarakat bawah, sebagai segmen pemilih terbesar," jelas Qodari.

Tapi, Qodari tampaknya memaklumi kenapa Irman belum memiliki gebrakan nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat bawah. Karena DPD tidak punya kewenangan sebesar kewenangan yang dimiliki DPR. Kewenangan DPD sangat terbatas. Dan itu memang persis kelemahan DPD selama ini.

"Saya ingat pengalaman pribadi berhubungan dengan Pak Sarwono Kusumaatmadja. Dia orang pintar, cerdas, kreatif, idealis dan waktu jadi anggota DPD dia juga bilang tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi agak susah juga," ungkap Qodari.

Meski begitu, Irman masih punya kesempatan untuk bisa berbuat gebrakan nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Irman, jelas Qodari, keluar dari rutinitas dan acara seremonial DPD. Tapi, sebagai Ketua DPD, Irman bisa menampung dan menyuarakan aspirasi masyarakat di berbagai daerah.

"Mungkin mengerjakan sesuatu di luar kapasitas DPD. Dan itu yang saya sebut sebagai kreatifitas dan inovasi itu. Sebetulnya sebagai Ketua DPD dia punya wilayah kerja yang sangat luas. Dia bisa keliling seluruh Indonesia," tandas Qodari. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya