Berita

ilustrasi

KASUS CENTURY

Hatta Rajasa dan Agus Martowardoyo Diminta Pasang Badan

KAMIS, 29 DESEMBER 2011 | 16:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo disarankan untuk meluruskan silang sengketa mengenai posisi Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono juga mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam megaskandal dana talangan Bank Century.

Aparat penegak hukum pun dinilai kurang memberikan penjelasan, padahal fakta-fakta hukum dalam kasus ini sudah terkuak.

Adalah salah seorang Staf Khusus Presiden, Andi Arief, yang menyampaikan hal itu. Menurutnya, otoritas keuangan, khususnya kedua menteri, dan aparat penegak hukum, seharusnya juga lugas dalam memberikan penjelasan. Kelugasan ini diperlukan untuk mengimbangi kubu DPR RI. Dari proses pemeriksaan hingga incracht-nya kasus Misbhakun dan Robert Tantular, tentu polisi memiliki informasi dan data lanjutan guna menyelesaikan persoalan Century.

Penjelasan dari otoritas keuangan dan penegak hukum dibutuhkan sehingga masyarakat tahu bahwa kasus Century bukan masalah pribadi SBY, Boediono dan Sri Mulyani.

“Jangan sampai ada kesan yang beredar karena semata beliau-beliau (Hatta Rajasa dan Agus Martowardoyo) tidak diserang dengan isu ini, lantas Menko Perekonomian dan Mentei Keuangan diam saja. Untuk kebenaran dan stabilitas ekonomi harusnya pasang badan," demikian Andi Arief, Kamis siang di Jakarta (29/12). [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya