Berita

Arwani Thomafi/ist

BENTROK BIMA

PPP: Reformasi Polri Gagal!

SENIN, 26 DESEMBER 2011 | 13:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Reformasi di institusi Polri gagal setelah banyaknya aksi kekerasan aparat Kepolisian terhadap warga sipil. Tindakan represif polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu lalu, semakin meyakinkan bahwa reformasi di internal Polri betul-betul gagal.

"Bukan kali ini saja polisi gagal menjadi pengaman dan pengayom warga. Artinya, tujuan polisi dikeluarkan dari institusi militer agar lebih merakyat, belum tercapai," tegas Sekretaris Fraksi PPP Muhammad Arwani Thomafi siang ini (Senin, 26/12).

Menurutnya, atas rangkaian aksi kekerasan Polri itu, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo harus bertanggung jawab. Minimal, Kapolri memberikan sanksi kepada jajarannya yang terbukti lalai sehingga terjadi kerusuhan. Agar tak kembali terjadi peristiwa sejenis, PPP meminta polisi mengedepankan langkah persuasif dalam menyelesaikan persoalan.


"Janganlah mengedepankan tindakan represif. Tidak ada salahnya polri mengintensifkan komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat," pinta anggota Komisi V DPR ini.

Politisi muda ini mengingatkan, polisi itu dibayar menggunakan uang rakyat. Jadi tidak logis kalau polisi justru menghajar rakyat. Karena, PPP meminta Komnas HAM turun ke Bima untuk menginvestigasi kasus kekerasan tersebut. "Investigasi dari Komnas HAM akan ketahuan seperti apa kekerasan itu bisa terjadi," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya