Berita

Chairuman Harahap/ist

Pasangan Kepala Daerah dan Wakilnya Pecah Kongsi, Bukti Tak Ada Kematangan

SENIN, 26 DESEMBER 2011 | 10:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tingginya angka perpecahan pasangan kepala daerah dan wakilnya di berbagai pemerintahan daerah di Indonesia menjadi bukti belum ada kematangan pemimpin-pemimpin politik yang ada di daerah.

"Ketidakmatangan itulah yang selalu membuat terjadi perpecahan," kata Ketua Komisi Pemerintahan DPR Chairuman Harahap kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 26/12).

Dia menengarai, pasangan kepala daerah itu pecah kongsi, karena salah satu di antaranya ada yang merasa tidak diikutkan dalam mengambil keputusan. Sementara, pada bagian lain, ada yang merasa semua keputusan dia yang berhak mengambilnya.


"Kan masing-masing sebenarnya sudah tahu bagaimana peran dan fungsinya, moralitas (taat kepada peran dan fungsi) di situlah yang belum kita temukan," kata politisi senior Partai Golkar ini.

Apalagi, tambah politisi asal Sumatera Utara ini, apabila salah satu di antara pasangan kepala daerah dan wakilnya atau keduanya hanya ingin mencari sesuatu dalam jabatan tersebut. Perpecahan tidak akan terelakkan. "Kalau memang motivasinya dalam jabatan mencari sesuatu, maka timbullah persoalan," ungkapnya.

Data yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri, dari 244 Pemilukada pada 2010 dan 67 pada 2011, hampir 94 persen di antaranya pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah pecah kongsi. Dan yang terbaru, Prijanto mengundurkan diri dari Wakil Gubernur DKI Jakarta. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya