Berita

wiranto/ist

Wiranto Tak Tertandingi, Rakernas Hanura Kemungkinan Bahas Pencapresan

SENIN, 19 DESEMBER 2011 | 20:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rapat Kerja Nasional Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang akan digelar besok (Selasa, 20/12), di Hotel Sahid, Jakarta, tidak menutup kemungkinan juga akan membahas pencalonan presiden. Karena memang, sebagian pengurus partai menginginkan agar Ketua Umum DPP Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, segera ditetapkan sebagai Capres pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

"Namun, saat ini kita mungkin lebih fokus pada kriteria-kriteria. Tapi, dalam Rakernas bisa saja (usulan pencapresan Wiranto) itu berkembang," jelas Wakil Sekjen DPP Hanura, Saleh Husin, kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 19/12).

Saleh Husin mengakui bahwa sejauh ini tidak ada pengurus partai yang menandingi ketokohan mantan Panglima ABRI tersebut. Wiranto memiliki pandangan yang luas, pengalaman yang komplit dan juga memiliki jam terbang dan manajerial yang mumpuni dalam hal kepemimpinan.


"Karakter Wiranto ini salah satu yang bisa kita tonjolkan nanti. Tapi kembali lagi tergantung pada Rakernas nanti. Hanura sangat demokratis. Penentuan Capres berdasarkan suara-suara dari pengurus," jelasnya.

Tapi sejauh ini, dalam pengamatannya, Wiranto masih belum memikirkan soal pencapresan. Wiranto masih fokus melakukan konsolidasi sampai ke tingkat kepemimpinan yang paling bawah di Partai Hanura. Setelah organisasi tertata rapi dan kader serta pengurus Hanura solid, jelas Saleh Husin, barulah Wiranto memutuskan, apakah akan maju atau tidak pada Pilpres 2014.

Soal wacana yang saat ini berkembang bahwa pada Pilpres mendatang sebaiknya tokoh muda yang berkompetisi, bukan lagi tokoh lama, Partai Hanura mengacuhkannya.

"Kita tidak melihat (tokoh) lama atau baru. Tapi apakah personal itu bisa mengatasi persoalan bangsa kita saat ini," tegas politisi muda yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Hanura di DPR RI ini.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya