Berita

Pesan Presiden: Penggalian Piramida Garut Setelah Rakyat Sejahtera

JUMAT, 09 DESEMBER 2011 | 12:38 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Awalnya memang banyak pihak yang mencibir “temuan lain” Tim Katastropik Purba yang sedang mempelajari pola bencana di tanah air dari jaman ke jaman. Di sejumlah lokasi di Jawa Barat, khususnya di Garut, Tim Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden menemukan indikasi sebuah bangunan buatan manusia berbentuk piramida yang tertimbun tanah selama ribuan tahun.

Setelah citra Gunung Sadahurip atau Gunung Putri yang diambil dengan teknologi IFSAR dipublikasikan, banyak yang tadinya ragu mulai percaya dan menunggu-nunggu kapan sang piramida itu di-unearthed, dieskavasi alias digali.

Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, mengatakan, ketika melaporkan temuan itu bulan Maret lalu, Presiden SBY berpesan agar penggalian dilakukan dengan mengikuti aturan hukum yang berlaku, khusunya UU 11/2010 tentang Cagar Budaya.

Selain itu, SBY juga menggarisbawahi agar sebelum eskavasi dilakukan masyarakat Garut, khususnya di sekitar Sadahurip harus sejahtera terlebih dahulu.

“Sejahtera disini dalam arti berbagai program pemerintah pusat dipastikan berhasil dilaksanakan. Terutama tiga klaster pembangunan dan penanggulangan kemiskinan,” ujar Andi Arief dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online.

Ketiga klaster pembangunan yang dimaksud adalah bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP). Klaster I adalah bantuan dan perlindungan sosial berbasis keluarga. Sementara klaster II adalah pemberdayaan masyarakat. Dan klaster III merupakan pemberdayaan usaha mikro dan kecil. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya