Berita

TAUFIQ KIEMAS/IST

TK: Filosofi Pendidikan Warisan Ki Hajar Dewantara Makin Lemah

RABU, 07 DESEMBER 2011 | 16:43 WIB | LAPORAN:

RMOL.Tokoh nasional Ki Hajar Dewantara telah mewariskan filosofi yang sangat penting dalam pendidikan nasional, yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani yang berarti di depan memberikan teladan, yang di tengah membangkitkan semangat dan yang di belakang memberikan dukungan.

Namun sangat disayangkan, filosofi pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara saat ini  melemah.

Penilaian ini disampaikan Ketua MPR Taufiq Kiemas saat memberikan sambutan Pembukaan Kongres XX Persatuan Taman Siswa 2011, di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta, Rabu 7 Desember 2011 dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu,7/12).


"Roh pendidikan ada di filosofi itu. Filosofi itu pada dasarnya membangun kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan, dan gotong-royong antara pendidik dan anak didik," kata politisi senior PDI Perjuangan itu.

Taufiq yang juga sebagai Pembina Taman Siswa hadir di acara tersebut didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid, dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto.

Dalam sambutannya itu, Taufiq menilai maju mundurnya bangsa ini sangat bergantung bagaimana pendidikan dikelola. Jika semangat dan pengelolaan pendidikan mengacu pada filosofi yang diajarkan Ki Hajar, kata dia, maka pengelolaan negara ke depan juga akan mengedepankan gotong royong dan keteladanan.

"Filosifi itulah yang membangun dan menopang kesadaran berbangsa," ungkapnya.

Terhadap pengurus Taman Siswa, Taufiq mengingatkan bahwa sejak berdiri tahun 1922 Perguruan Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar merupakan salah satu pelopor pendidikan bagi kaum nasionalis. Taman Siswa secara nyata telah berhasil membangkitkan solidaritas kebangsaan dan mempercepat proses terjadinya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

"Dengan kiprah Perguruan Taman Siswa di daerah seluruh Indonesia, sulit disangkal bahwa karya Ki Hajar itu memberikan sumbangsih yang begitu besar dalam mendorong kesadaran bangsa hingga turut membentangkan jalan bagi kemerdekaan," jelasnya.

Untuk itu, Taufiq berpesan agar Taman Siswa terus mengembangkan dan menguatkan pendidikan di bangsa ini agar Indonesia sebagai bangsa punya karakter yang kuat karena ditempa dengan filosofi pendidikan yang sangat luhur itu. Dia menyatakan,  penguatan karakter dan filosofi pendidikan saat ini bersinergi dengan upaya MPR kembali membumikan empat pilar bernegara, yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Langkah ini diambil dalam rangka menumbuhkan komitmen dan optimisme dalam berbangsa dan bernegara,"demikian Taufiq. [dry]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya