Berita

Kenyon Martin

Olahraga

Bintang NBA Ancam Mogok

China Larang Wilson Cs Pulang Ke AS
SABTU, 03 DESEMBER 2011 | 08:24 WIB

RMOL. Kompetisi NBA yang akan segera bergulir, mengundang kekhawatiran para pemain yang saat ini berlaga di Liga Bas­ket China. Karena, Aso­siasi Bola Basket China (CBA) mewajibkan para pemain un­tuk menyelesaikan kontrak sam­pai tahun depan.

Seperti diketahui, musim kompetisi NBA kembali akan digelar setelah masa lockout se­lesai. Rencananya, musim NBA 2011-2012 akan dimulai 25 Desember, mendatang. Se­mentara, CBA telah melarang pe­main NBA pulang kampung dari Negeri Tirai Bambu hing­ga masa kontraknya selesai.

 â€Jika mereka berpikir untuk membuat hal-hal sulit, con­toh­nya seperti tidak bermain dan menciptakan masalah lain. Maka, kami tidak akan merilis surat izin mereka untuk kem­bali ke NBA,” demikian per­nya­taan resmi CBA, seperti dikutip Yahoosport.

CBA menilai, para pemain NBA yang saat ini bermain di Liga Basket China harus me­nye­lesaikan sisa kontrak me­reka dengan klub masing-ma­sing atau tidak akan dibayar.

“Mereka akan dibayar di sini (China) dan bisa kembali ke NBA pada bulan Maret. Atau, mereka bisa kembali sece­pat­nya tapi tidak dibayar,” ucap salah satu ofisial tim China, me­nanggapi keinginan pemain­nya untuk kembali ke NBA.

Sejak mengalami lockout, ba­nya pemain NBA hijrah ke be­berapa negara untuk ber­main basket, termasuk ke Chi­na. Bintang–bintang NBA yag kini sedang bermain di China adalah; Wilson Chandler, Ke­nyon Martin, JR Smith, dan Aaron Brooks.

Mendapat ancaman dari CBA, Kenyon Martin cs ru­pa­nya tak tinggal diam. Sebagai bentuk penolakan, mereka bakal melakukan aksi mogok main dan mogok latihan hing­ga CBA memberikan izin pada mereka untuk pulang kampung ke AS.

NBA akhir­nya bisa bergulir lagi setelah pe­milik klub dan para pemain mencapai kese­pakatan pada Sabtu (26/11). Meki kesepakatan itu masih bersifat tentatif, kedua belah pihak sepakat untuk menggelar musim terbaru pada hari Natal 25 Desember nanti.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya