Berita

Bisnis

Kim Young Sun: Hubungan Ekonomi dengan Korea Tidak Merugikan Indonesia

JUMAT, 02 DESEMBER 2011 | 19:36 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemerintah Korea Selatan memahami nuansa politik yang mengiringi pembicaraan mengenai Free Trade Agreement (FTA) antara pemerintah dengan negara-negara asing belakangan ini. Negeri ginseng itu memastikan bahwa Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang mereka tawarkan tidak akan merugikan pihak Indonesia.

Berbeda dengan FTA, di dalam CEPA ada komponen pembangunan kapasitas dan kesepakatan untuk meninjau kerjasama bila dalam praktik terjadi ketidakseimbangan atau imbalance perdagangan di antara kedua negara. Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta akan memberikan penjelasan terbuka mengenai CEPA yang mereka tawarkan tanggal 27 Desember nanti di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Dutabesar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Young Sun, mengatakan, hubungan ekonomi kedua negara tidak akan merugikan salah satu pihak karena sifat yang saling melengkapi satu sama lain. Ia menyebutkan, dalam tahun 2011 volume perdagangan kedua negara sekitar senilai 30 miliar dolar AS. Dari volume sebesar itu, Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar 4 miliar dolar AS.

Dubes Kim yang berbicara di depan pemimpin redaksi sejumlah media massa nasional di kediaman resmi di Jalan Imam Bonjol, Kamis malam (1/12), mengatakan, dalam setiap pertemuan dengan menteri-menteri Indonesia, ia selalu menekankan sifat saling melengkapi di antara kedua negara dan keuntungan yang akan didapat Indonesia.

"Mereka menilai FTA atau CEPA antara Indonesia dan Korea tidak ada masalah, no problem," ujar Dubes Kim.

Kim juga membeberkan sejumlah proyek baru yang telah disepakati kedua negara. Misalnya, tanggal 9 November yang lalu pemerintah Indonesia dan Korea telah menandatangani kerjasama membangun pembangkit listrik tenaga sampah. Selain itu, Korea Selatan juga akan membantu Indonesia mengelola limbah kelapa sawit agar ramah lingkungan.

Korea Selatan pun akan terlibat dalam megaproyek air minum. Khususnya di Jakarta, Korea Selatan akan membantu upaya merestorasi kualitas air sungai. Presiden Lee Myung Bak, ujar Dubes Kim, berhasil memperbaiki kualitas air sungai di Seoul saat menjabat sebagai walikota antara 2002 hingga 2006.

Saat ini ada sekitar 1.500 perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia dan mempekerjakan sekitar 800 ribu tenaga kerja Indonesia. Menurut catatan Dubes Kim, perusahaan-perusahaan Korea Selatan itu menyumbang sekitar 14 miliar dolar AS dari keseluruhan volume ekspor Indonesia. "Kami menawarkan keuntungan bagi industri Indonesia," ujarnya lagi sambil menambahkan Korea Selatan bertekad ikut membantu peningkatan kapasitas dan teknis SDM Indonesia hingga mampu menjadi tulang punggung industri yang sehat.[guh]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya