Berita

Chris John

Olahraga

Ekstra Waspada

RABU, 30 NOVEMBER 2011 | 08:24 WIB

RMOL. Pemegang sabuk gelar Super Champion kelas bulu WBA, Chris John mengaku akan tampil ekstra waspada saat meladeni petinju Ukraina, Stanyslav Merdov yang berlangsung di Challenge Stadium, Perth, Australia Barat hari ini (Rabu, 30/11).

The Dragon, julukan Chris John patut mewaspadai, lantaran Merdov memiliki postur tubuh tinggi dan besar darinya. “Laga ini pastinya tidak akan mudah, karena postur tubuh Merdov satu jengkal lebih tinggi dari saya. Ting­gi saya 169 cm sedangkan dia 180 cm,” kata Chris John saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Tidak hanya tinggi, jangkauan petinju berusia 35 tahun itu juga cukup panjang dibanding Chris John. Merdov memiliki jangkau­an 184 cm, sementara Chris John ha­nya memiliki jangkauan 170 cm.

“Kelebihan ini yang harus sa­ya waspadai, jika saya bermain ter­lalu renggang, akibatnya fatal buat saya. Saya harus bermain ra­pat dan bermain di jarak ideal pu­kulan saya,” lanjut Chris John.

Meski lawannya memiliki ba­nyak kelebihan, petinju asal Ban­­jarnegara Jawa-Tengah ini ya­kin bisa mengalalahkan petinju berju­lukan ‘Stas’ tersebut, sekaligus mempertahankan sabuk juara WBA untuk ke-15 kali.

“Saya sudah pelajari gaya ber­tarungnya yang condong ke co­un­ter boxer. Saya juga sudah me­nemukan titik lemahnya se­hing­ga saya otimis memenangkan laga ini, apalagi persiapan saya selama dua bulan ini cukup ma­tang,” kata petinju yang terakhir kali mem­per­tahankan gelar la­wan rekan se­negaranya, Daud Yor­­dan ini.

Pertarungan Chris John la­wan Merdov bakal dipimpin wa­sit dari Thailand, Pinit Pra­ya­dsab de­­ngan juri Francisco Martinez (Se­landia Baru), Ta­keo Harada (Je­pang), dan Prom­mase Chak­shuk­sha (Thailand).

Pertarungan ini merupakan par­tai tam­bahan selama 12 ron­de. Se­mentara partai utamanya adalah Danny Green (Australia) mela­wan Krzystof Wlodarczyk (Po­lan­dia) di kelas penjelajah WBA.

Sementara itu, Promotor Chris Joh­n, Raja Sapta Oktohari me­ngaku optimis petinjunya bisa me­menangi duel tersebut, lanta­ran banyaknya dukungan dari masyarakat Australia yang ru­panya sudah familiar dengan Chris John.

“Walau tidak bertanding di In­donesia Chris John rupanya cu­kup populer di sini (Australia-Red). Sekitar 7500 penonton akan memenuhi Challenge Sta­dium, dan hampir seluruhnya ta­hu siapa Chris John. Apalagi, ini bukan laga perdananya di Aus­tralia dan dia juga menetap di si­ni untuk menjalani latihan,” ujar Okto kepada Rakyat Merdeka.

Bagi Chris John, Ini akan men­jadi duel keduanya di ‘Negeri Kanguru’, setelah kemenangan TKO di ronde 10 atas Tommy Brow­ne, Agustus 2005.

Menariknya, duel dengan Mer­­­dov ini akan melengkapi re­kor pertarungan Chris John se­lama ini. Sebab, Merdov meru­pa­kan petinju Eropa pertama yang akan dihadapinya dalam perebutan gelar juara dunia. Se­belumnya, dia lebih banyak meng­hadapi petinju asal Asia, Ame­rika, dan Australia. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya