Berita

Felipe Massa-Lewis Ha­milton

Olahraga

Hamilton & Massa Akhirnya Berdamai

Setelah 5 Kali BerSenggolan
SELASA, 29 NOVEMBER 2011 | 08:56 WIB

RMOL. Pebalap McLaren Lewis Ha­milton memutuskan mengakhiri per­musuhan dengan pebalap Fer­rari Felipe Massa.

Sepanjang musim 2011, kedua pebalap sering terlibat insiden di lintasan. Sebanyak lima kali, mobil Hamil­ton dan Massa bersenggolan yak­ni di GP Monako, Inggris, Si­ngapura, Jepang, dan India. Aki­batnya, kedua pebalap tidak per­nah bertegur sapa.

Seusai balapan di GP Brazil, akhir pekan lalu, Hamilton men­datangi Massa dan berpelukan sebagai tanda berakhirnya per­mu­suhan di antara mereka.

“Sangat menyenangkan ber­bicara (lagi) dengan Massa da­lam obrolan yang enak setelah lom­ba. Saya menghormatinya dan siap berlomba dengannya pada musim depan,” kata Hamilton.

Sementara itu, Massa me­ng­aku tidak merasa bermusuhan de­ngan pebalap asal Inggris ter­sebut. “Saya selalu menghor­ma­tinya meskipun banyak insiden di an­tara kami sepanjang musim ini. Saya merasa, dia cukup baik de­ngan datang ke sini karena saya tidak pernah melakukan kesala­han kepadanya sepanjang tahun ini,” kata Massa.

Sementara itu, pebalap Mc­Laren, Jenson Button mengaku bersyukur bisa meraih runner-up pebalap musim 2011, setelah me­raih podium ketiga di GP Brazil.

Meski gagal bertarung men­jadi juara dunia, Button tetap me­nyam­but positif hasil yang dia dapat di Brasil. “Kami memberi­kan se­galanya hari ini dan podi­um adalah cara yang tepat untuk mengakhiri musim. Saya men­dapat 12 podium dari 19 seri mu­sim ini dan saya tidak finis dua kali karena masalah reliabilitas,” kata Button.

Dengan penampilan yang sa­ngat stabil tersebut Button pede Mc­Laren Mercedes akan punya per­forma yang bagus musim de­pan. Dia menargetkan untuk lang­sung tampil impresif sejak balapan perta­ma.  “Ada banyak hal positif yang bisa diambil tahun ini. Kami akan menjalani musim dingin dengan keyakinan dan akan berjuang sejak balapan pertama,” katanya. [Harian Rayat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya