Berita

Felipe Massa

Olahraga

Felipe Massa Terancam Ditendang Kuda Jingkrak

Jelang GP Brazil
JUMAT, 25 NOVEMBER 2011 | 08:33 WIB

RMOL. Konsentrasi Felipe Massa jelang digelarnya balapan di Sir­kuit Interlagos, Brazil (Ming­gu, 27/11) yang merupakan kandang sendiri mulai terganggu. Massa dikabarkan, bakal dipecat dari tim Kuda Jingkrak, julukan Fer­rari.

Musim depan, Ferrari berniat melakukan perombakan pada pe­­balapnya. Salah satunya, per­gan­tian pebalap yang kini diisi dua pebalap yakni Fernando Alon­so dan Felipe Massa.

Massa terancam ditendang, lan­taran prestasinya terus melo­rot dibanding Alonso. Saat ini, Massa menduduki posisi ke­enam dengan nilai 108, sedang­kan Alonso menempati posisi ke­tiga dengan torehan 245 atau ter­paut 31 angka dari pimpinan kla­semen Sebastian Vettel dari Red Bull Racing.

Mananggapi rumor tersebut, bos Ferrari, Luca Di Monte­ze­mo­lo tidak membantahnya. Tapi, me­­­nurutnya pergantian tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami mengharap hal besar dari Massa di musim 2012. Ba­rulah, kita putuskan mau dilan­jutkan atau tidak,” ujar Mon­te­zemolo yang menjabat sebagai Pre­siden Ferrari kepada The Gu­ar­­dian.

Menurutnya, Massa harus me­nunjukan keperkasaannya pada musim 2012 mendatang, jika ingin tetap bertahan di kursi F1­50. “Bisa dibilang dia harus mem­buktikan dirinya sendiri. Dia sudah bersama kami dalam jangka waktu yang cukup lama. Semua kembali pada apa yang bisa di tunjukan musim depan,” tegas Montezemolo.

Seperti diketahui, Alonso yang baru bergabung kembali de­­ngan Ferrari di tahun 2010, su­dah 10 kali naik podium dari 18 seri yang sudah diperlombakan.

Sedangkan, Massa yang be­lum pernah sekali pun naik po­dium dan hanya berkutat di pe­ring­kat enam.

Selain kalah bersinar, prestasi Mas­sa musim ini lebih sering soal kecelakaan kontroversial yang melibatkan pebalap Mc­La­ren, Lewis Hamilton. Kondisi ter­­sebut membuat Hamilton kha­watir meng­hadapi GP Brazil yang me­rupakan kandang Massa. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya