Berita

baddrol b

INDONESIA VS MALAYSIA

Kapten Timnas Malaysia Ternyata Orang Mandailing

SELASA, 22 NOVEMBER 2011 | 17:53 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kapten Timnas Malaysia, Baddrol Bakhtiar, menjadi penentu kemenangan negeri jiran itu dalam pertandingan melawan Timnas Indonesia di partai final Senin malam (21/11). Ternyata, Baddrol adalah keturunan Mandailing, subsuku Batak dari Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam drama adu pinalti setelah kedua Timnas bertanding melewati babak perpanjangan waktu dengan skor 1-1, Baddrol dipasang pelatih Ong Kim Swee menjadi algojo terakhir. Ketika itu kedudukan adu pinalti 3-3. Dua pemain Indonesia, Gunawan DC dan Ferdinand Sinaga, gagal menjebol gawang Malaysia yang dikawal Khairul Fahmi Che Mat. Adapun tendangan seorang pemain Malaysia, Fakhri, telah dijinakkan kiper Indonesia, Kurnia Meiga.

Baddrol hampir mengalami nasib serupa Fakhri. Tetapi, walau sempat ditahan Kurnia namun bola yang ditendang Baddrol yang lahir di Sungai Petani, Kedah, 1 Februari 1988, itu tak terbendung juga, melesat dan akhirnya menggetarkan jala gawang Garuda Muda. Di negerinya, Baddrol yang punya nickname Bad, berwajah polos dan lugu dengan sedikit janggut yang menggantung ini bertanding untuk Kedah FA dalam Liga Super Malaysia. Ia memang biasa bermain di lapangan tengah, baik di kiri maupun di kanan.

Karier sepakbolanya di Malaysia melesat setelah ia tampil di Kedah FA President Cup tahun 2006. Masih di tahun yang sama, ia bergabung dengan Canaries dan bertanding dalam Sukan Malaysia. Setelah tampil memukau di pesta olahraga Malaysia yang memukau, Baddrol menandatangani kontrak pertama dengan Kedah FA pada November 2006.

Menurut Ketua Masyarakat Mandailing Malaysia, Ramli Abdul Karim Hasibuan, Baddrol Bakhtiar pun masih keturunan Mandailing. Memang nama keluarga atau marga Baddrol sudah tidak diketahui lagi.

"Sedang di-check, because di Malaysia sudah lama hilang marga. Tapi famili-nya saya kenal. Dia cucu Opung Lobe, orang panggil disini," tulis Ramli Abdul Karim dalam pesan singkatnya untuk Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Selasa, 22/11).

Ramli berharap pertandingan antara Indonesia melawan Malaysia itu dapat menjadi ajang untuk saling kenal dan memahami bahwa kedua bangsa adalah serumpun.

"Semoga hubungan kedua bangsa semakin erat dan baik," demikian Ramli yang leluhurnya tiba di Semenanjung Malaya sejak pertengahan 1880an silam. [guh]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya