Berita

Eko Yuli Irawan

Olahraga

SEA GAMES

Eko Yuli Buru Olimpiade

Pecahkan Rekor SEA Games Tiga Kali
SABTU, 19 NOVEMBER 2011 | 08:12 WIB

RMOL.Lifter putra In­do­nesia, Eko Yuli Irawan kembali membukt­i­kan dirinya belum ter­ka­lahkan di kelas 62 kilogram. Eko berhasil meraih medali emas, sekaligus memecahkan re­kor miliknya di ajang SEA Ga­mes 2011 di Jakabaring, Palem­bang, kemarin.

Eko berhasil mengangat beban dengan total angkatan 302 k­i­lo­gram. Se­kaligus memecah rekor SEA Ga­mes atas namanya sen­diri yaitu 300 kilogram yang di­cetak dua ta­hun lalu di SEA Ga­mes Laos 2009.

“Inilah angkatan terbaik saya yang bisa saya berikan di sini,” kata Eko. Mencetak angkatan snatch 136 kilogram serta clean and jerk 166 kilogram, Eko pun kembali memperbesar rekor SEA Games pada kedua ang­katan itu.

Atas hasil tersebut, Eko me­nga­lahkan lifter juniornya, Mu­hammad Hasbi, yang mem­bu­kukan total angkatan 283 kilo­gram dan berhak atas medali pe­rak. Sementara itu, medali pe­rung­gu diraih lifter Vietnam, Nguyen Ngee Trung, yang mem­bukukan hasil total 272 kilogram (125 kilogram snatch dan 147 kilogram clean & jerk).

Hasbi, peraih perak Kejuaraan Dunia Junior 2011, memang se­jak awal menjadi pesaing ter­berat Eko. Setelah membukukan ang­katan snatch 122 kilogram, Hasbi sempat berusaha me­ma­tahkan langsung rekor milik Eko di angkatan clean and jerk. Ke­mudian, lifter berusia 19 tahun ini sempat mencoba angkatan 167 kilogram di kesempatan ter­akhir, namun gagal. Hasbi akhirnya membukukan hasil 161 kilogram pada angkatan itu.

Inilah emas sekaligus rekor SEA Games ketiga yang sudah diper­sembahkan Eko di pesta olahraga Asia Tenggara ini. Pres­tasi ge­milang itu datang saat Eko mempersembahkan medali emas di SEA Games Nakhon Rat­chasima 2007 saat masih turun di kelas 56 kilogram.

Sementara, dua prestasi se­lanjutnya dicapai di SEA Games 2009 serta tahun ini.

“Selanjutnya saya akan fokus untuk bisa meraih yang terbaik di Olimpiade London (2012),” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya