Berita

Dunia

Israel Tak Punya Kemampuan Menyerang Iran

SENIN, 07 NOVEMBER 2011 | 18:05 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kondisi di kawasan Timur Tengah dan berbagai persoalan internal yang tengah dihadapi Israel, juga negara sekutunya, tak memungkinkan negeri Zionisme itu menyerang Iran.

Demikian pandangan pengamat internasional Saadollah Zare'ei kepada kantor berita Fars. Menurut Zare'ei, dalam beberapa hari ini, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak akan mencabut ancamanan serangan itu.

Ehud Barak dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, belakangan ini dengan begitu aktif meminta dukungan parlemen, Knesset, untuk melancarkan serangan ke Iran.

"Dalam perang 33 hari di Lebanon tahun 2006 lalu, Israel telah dikalahkan oleh kelompok militer Hizbullah," ujarnya sambil menambahkan bahwa Iran terlalu besar bagi Israel.

Walaupun Prancis, Rusia dan India telah memberikan misil mereka kepada Israel, namun Iran tidak gentar. Sambung Zare'ei, misil-misil Iran diproduksi di dalam negeri, dan Israel tidak memiliki informasi mengenai daya jangkau misil-misil tersebut.

Bahkan, 100 misil yang ditembakkan Israel, sambungnya, tidak akan mengenai keluarga Iran. Sementara empat misil Iran ukuran biasa dengan mudah bisa menghalau jutaan orang Israel.

Amerika Serikat dan Israel berungkali menuding Iran tengah mengembangkan proyek senjata berhulu ledak nuklir. Sementara Iran berulangkali pula membantah tudingan itu. Irang mengatakan bahwa proyek nuklir yang mereka kembangkan untuk tujuan damai. Kelihatannya, Amerika Serikat dan Israel tak bisa menerima jawaban Iran itu. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya