Berita

ilustrasi/ist

Ditemukan Tanda-tanda Tiga Lapis Peradaban di Pusat Majapahit

MINGGU, 06 NOVEMBER 2011 | 20:44 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Di kompleks istana Majapahit, di Trowulan, Jawa Timur, yang hanya seliuar 9 x 11 kilometer persegi ditemukan sejumlah bangunan yang kemungkinan berasal dari zaman sebelum Majapahit.

Secara keseluruhan, Erick Ridzky yang memimpin Tim Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden, mengatakan bahwa pihaknya menemukan tiga lapis peradaban di kawasan itu.

Lapis terbawah diduga dari zaman prasejarah. Sementara lapis kedua diperkirakan dari zaman sebelum Majapahit antara abad ke-9 dan ke-12. Adapun lapis terakhir adalah lapis yang paling atas yang merupakan peninggalan Majapahit.

Masih menurut Erick, keberadaan tiga lapis peradaban itu juga sudah ditengarai berbagai instansi yang selama ini melakukan penelitian intensif di kawasan itu, khususnya Direktor Jenderal Kepurbakalaan, Kementerian Pariwisata.

"Hasil analisa batuan ditambah dengan hasil citra GPR, pendekatan struktur geologi dari foto udara terdapat jajaran parit yang kami dalami dan hasilnya mencengangkan," kata Erick.

Dikatakan, di parit tersebut ditemukan lapisan bata yang pertama di kedalaman 0,8 meter, dan kedua di kedalaman 2,5 meter. Setelah kedalaman 2,5 meter selalu ditemukan lapisan kerakal berangkal yang tidak bisa ditembus oleh auger, peralatan khusus yang digunakan untuk membaca kedalaman lapisan bumi.

Erick juga mengatakan, bangunan yang oleh pihaknya diduga merupakan "man made" atau buatan manusia yang berada di Jogjakarta dan Kediri telah diuji dengan menggunakan peralatan canggih yang mereka miliki. Dari pencitraan yang dilakukan bangunan-bangunan tersebut menyerupai piramida atau candi yang diduga berasal dari era pra sejarah.

"Bukit Klothok di Kediri dan gundukan Candi Ijo di Sleman, kami duga merupakan bangunan prasejarah yang seni bangunannya menyerupai candi atau piramida, " tegasnya.

Menurutnya, pemerintah dapat menjadikan dua lokasi tersebut sebagai cagar budaya untuk penelitian lebih lanjut selain untuk memperkuat karakter bangsa. Informasi arkeologis dan geologis kedua lokasi itu pun, masih kata dia, akan segera disampakan ke publik.

"Butuh waktu memang, karena secara metodologis,  pendekatan trencing, coral, uji radar, geolistrik dan sebagainya dilakukan secara ketat untuk mencapai data yang optimal," demikian Erick. [guh]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya