Berita

ali sadici/ist

Anak Ali Sadikin Minta Fauzi Bowo Segera Bongkar Kantor Greenpeace!

KAMIS, 03 NOVEMBER 2011 | 15:56 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo diminta agar segera membongkar kantor Greenpeace di Kemang Utara, No 16 B1, Kecamatan Kemang, Jakarta Selatan. Alasannya, kantor LSM asing asal Belanda itu sudah menyalahi aturan peruntukan tempat tinggal menjadi perkantoran.

  “Pemprov DKI harus tegas terhadap LSM asing. Sudah jelas kawasan Kemang Utara itu peruntukannya untuk tempat tinggal, kini malah dijadikan markas oleh LSM asing Greenpeace. Ini jelas sudah menyalahi aturan,” ujar anggota Komisi D DPRD DKI, Boy Sadikin, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/11).

  Untuk itu, politisi PDI Perjuangan ini mendesak Pemkot Jakarta Selatan segera menertibkan izin peruntukan di kawasan Kemang Utara. Penyalahgunaan izin yang dilakukan Greenpeace jelas menunjukkan arogansi LSM asing.

"Pemkot Jakarta Selatan harus mengambil langkah tegas dengan minimal menyegel hingga mengusir Greenpeace dari Kemang Utara,’’ tegas putra kandung Ali Sadikin ini.

  Kantor Greenpeace yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan saat ini dilengkapi fasilitas layaknya rumah mewah atau kantor perusahaan ternama. Di Kemang, yang dikenal sebagai salah satu kawasan elite di Jakarta memang disesaki hunian mewah.

  Markas Greenpeace yang bercat putih ini terlihat seperti rumah tinggal yang mentereng. Pada bagian kanan pintu gerbang kantor berlantai dua itu, hanya plang berukuran 100 x 50 cm bertuliskan Green­peace Southeast Asia Indonesia Office, yang bisa dijadikan sebagai penanda.

  Kantor Greenpeace juga dilengkapi kartu akses. Sehingga, untuk masuk ke kantor ini, para staf Greenpeace wajib memasukkan kode lalu menempelkan sidik jari di atas pemindai. Bila kode cocok dan sidik jarinya terdaftar, pintu akan terbuka. Bukan itu saja, bagian pojok atas lobby juga dipasangi kamera CCTV untuk memantau situasi dan gerak-gerik tamu.

  Menurut Boy, keberadaan kantor LSM Greenpeace  layaknya Kedutaan Besar itu sudah tidak lazim.

“Kalau saya melihat sudah tidak lazim lah. Karena, saya baru tahu kalau ada kantor LSM pengamanannya seketat kantor Dubes. Artinya, ada sesuatu yang disembunyikan LSM asing itu,” demikian Boy. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya