Berita

polisario/ist

Dunia

Spanyol Desak PBB Akses Keamanan Tindouf

JUMAT, 28 OKTOBER 2011 | 05:52 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Spanyol meminta PBB turun tangan dalam menangani keamanan di Tindouf, kamp pengungsi di baratdaya Aljazair yang dikuasai kelompok pemberontak Polisario. Permintaan itu disampaikan Menlu Spanyol, Trinidad Jimenez, menyusul penculikan dua aktivis kemanusiaan Spanyol di Tindouf, usai bertemu dengan koleganya, Menlu Maroko, Taieb Fassi Fihri, di Rabat hari Selasa (26/10).

"Kami telah menyampaikan kepada PBB untuk mengirimkan misi ke Aljazair demi mengakses situasi keamanan di Tindouf," katanya seperti dikutip Reuters.

Tindouf dikuasai Polisario sejak pertengahan 1970an. Aljazair memberikan bantuan kepada kelompok separatis yang mengklaim Sahara Barat tersebut. Setelah Spanyol menarik diri dari Sahara Barat pada 1975, Maroko mengambil kembali Sahara Barat yang dikuasai Spanyol sejak Perjanjian Fez 1912. Sejak pengambilalihan kembali itu, Maroko terlibat konflik dengan Polisario. Konflik bersenjata dihentikan pada 1991, dan kini Maroko dan Polisario kembali melanjutkan pembicaraan damai.

Beberapa tahun terakhir, Polisario diduga meneggelapkan bantuan kemanusiaan yang dikirimkan berbagai lembaga kemanusiaan. Ketidakjelasan jumlah pengungsi di kamp itu dianggap menjadi penyebab utama. Dugaan lain menyebutkan, Polisario enggan menggelar sensus, agar bantuan kemanusiaan yang dialirkan ke Tindouf dapat dimanipulasi.

Selain menggelapkan bantuan kemanusiaan, anggota Polisario juga diduga terlibat dalam aktivitas terorisme yang dilakukan AQIM, jaringan Al Qaeda di kawasan itu.

"LSM mau membawakan bantuan kemanusiaan ke Tindouf, tapi mereka juga butuh jaminan keamanan di Tindouf," katanya lagi sambil mengatakan pemerintah Spanyol sedang berusaha mengupayakan pembebasan.

Sementara Taieb Fassi Fihri meminta agar Aljazair ikut bertanggung jawab terhadap situasi keamanan di wilayah negara itu.

"Belum lagi, kawasan ini adalah kawasan militia. Pernyataan yang pantas kita ajukan adalah: siapa yang bertanggung jawab?" ujar Fihri. [guh]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya