Berita

ilustrasi/ist

Menteri Panduan Islam: Kepercayaan Masyarakat adalah Modal Utama Pers

SELASA, 25 OKTOBER 2011 | 17:10 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Modal utama media massa adalah kepercayaan khalayak publik yang membaca, menonton dan mendengarkan berbagai informasi yang dipublikasikan. Karena itu, sudah sepantasnya media massa dimanapun berada merawat kepercayaan publik tersebut.

Demikian disampaikan Menteri Kebudayaan dan Panduan Islam Iran, Sayyid Muhammad Husseini, ketika membuka Pameran Internasional Media dan Pers ke-18 di Mushala Besar Imam Khomeini di Tehran, Selasa siang (25/10). Pameran ini diikuti oleh ratusan media massa dan pers Iran. Sekitar 50 negara juga ikut ambil bagian dalam pameran ini. Selain Rakyat Merdeka Online dan Rakyat Merdeka Group, media massa lain dari Indonesia yang hadir adalah Republika dan Kompas.

"Pameran ini adalah kesempatan yang baik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap media massa dan pers. Karena modal terbesar media massa dan pers adalah kepercayaan publik," kata Menteri Husseini.

Dia menambahkah bahwa sampai tahun lalu pemerintah Iran memberikan izin kepada sekitar 780 media massa dan pers.

Menurutnya, pameran tahun ini lebih baik dari pameran di tahun-tahun sebelumnya, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas peserta pameran. Dia juga mengatakan, bahwa masyarakat berharap dapat bertemu muka dan berkomunikasi langsung dengan jurnalis dan kalangan media. Dalam pertemuan-pertemuan seperti inilah masyarakat dapat menyampaikan gagasan-gagasan mereka untuk perbaikan kualitas media massa dan pers.

Dia juga menggarisbawahi betapa penting menandingi media massa dan pers Barat yang secara umum menguasai informasi dunia. Media Barat, sebutnya lagi, mendoronga agar masyarakat di banyak negara, khususnya di negara-negara Muslim, terpecah belah dan saling memusuhi satu sama lain.

"Mereka berusaha menciptakan pahlawan dan memperkenalkan pahlawan-pahlawan mereka kepada kita. Sudah saatnya bagi kita untuk memperkenalkan kepada mereka pahlawan-pahlawan yang kita miliki," demikian Husseini. [guh]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya