Berita

ist

Dunia

Menteri Keuangan Terancam Digulingkan Anggota DPR

SENIN, 24 OKTOBER 2011 | 13:48 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Menteri Keuangan diwajibkan menghadiri sesi khusus yang digelar DPR untuk mempertanggungjawabkan skandal keuangan senilai 2,6 miliar dolar AS. Menurut catatan, ini adalah skandal keuangan terbesar dalam sejarah Iran.

Sang Menkeu dianggap gagal mengendalikan kementerian yang dipimpinnya sehingga skandal keuangan itu terjadi.

Tehran Times edisi Senin (24/10) melaporkan semacam Badan Kehormatan di DPR Republik Islam Iran telah menerima gugatan impeachment terhadap Menteri Ekonomi dan Keuangan Shamseddin Hosseini hari Minggu (23/10). Usul impeachment Hosseini ditandatangani 28 anggota DPR.


Selain Hosseini, Menteri Energi Majid Namjou juga menghadapi ancaman serupa. Usul penggulingan Majid ditandatangani 51 anggota DPR. Namjou dianggap tidak memiliki kemampuan yang memadai, tidak memiliki perencanaan yang baik. Anggota parlemen juga mengecam keterlambatan pembangunan sebuah bendungan.

Bulan Maret lalu Namjou juga di-impeach DPR. Namun kala itu ia selamat setelah sebanyak 102 dari 209 anggota parlemen menolak impeachment. 101 mendukung impeachment itu dan enam lainnya abstain.

Sebegitu penting peristiwa ini, berita impeachment kedua menteri tersebut ditempatkan di sisi kanan bagian atas halaman muka Tehran Times, berdekatan dengan berita utama mengenai keinginan kelompok Islam memenangkan pemilihan umum di Tunisia dan berita mengenai gempa di kota Van, Turki, yang diperkirakan menewaskan lebih dari seribu orang.

Selain itu, berita tentang janji Dewan Transisi Nasional menggunakan hukum syariah di Libya, dukungan kelompok Islam terhadap gerakan Occupy Wall Street di New York, dan usaha pembunuhan seorang menteri di Afghanistan yang gagal serta opini yang ditulis Hojatollah Joodaki mengenai bahaya sektarianisme di Mesir dimuat pada bagian bawah halaman muka Tehran Times. [guh]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya