shoim/ist
shoim/ist
RMOL. Pengamat dan kalangan oposisi tidak perlu mempermasalahkan hasil rombak kabinet, apalagi sampai disebut sebagai kabinet obesitas.
Penunjukan dan penempatan wakil menteri di sejumlah pos kementerian dan tentunya menteri-menteri baru yang dilakukan Presiden SBY bukanlah masalah, apalagi hal itu diatur dengan undang-undang.
"Selama perundang-undangan memungkinkan, itu hak prerogatif Presiden. Yang penting kinerjanya harus ditunjukkan kemanfaatannya bagi kesejahteraan rakyat," ujar tokoh muda sekaligus Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Forum Silaturahmi Santri (DKN FORSIS) M Shoim Haris, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 21/10).
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Jumat, 10 April 2026 | 12:14
Jumat, 10 April 2026 | 11:51
Jumat, 10 April 2026 | 11:39
Jumat, 10 April 2026 | 11:28
Jumat, 10 April 2026 | 11:16
Jumat, 10 April 2026 | 11:05
Jumat, 10 April 2026 | 11:03
Jumat, 10 April 2026 | 10:53
Jumat, 10 April 2026 | 10:49
Jumat, 10 April 2026 | 10:34