Berita

sby/ist

SBY Urus Ekonomi dengan Baik

KAMIS, 20 OKTOBER 2011 | 17:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tidak semua mahasiswa setuju dengan aksi turunkan SBY-Boediono yang digelar di depan Istana Negara, Jakarta dan di beberapa daerah bertepatan dengan dua tahun pemerintahan SBY-Boediono hari ini.

Mahasiswa dari Udayana, Bali, Eka Darma Saputra, misalnya, menyebut aksi mahasiswa yang tergabung dalam  Komite Perjuangan Rakyat (KPR) di depan Istana Negara, Jakarta, tadi siang jauh dari fakta yang sebenarnya. Bahkan aksi tersebut hanya sekedar isu yang tidak mendasar dan terkesan kental dengan kepentingan politik.

"Jelas menurut kami yang selalu mendasari diskusi-diskusi kita di kampus adalah pemerintahan SBY-Boediono telah berhasil menancapkan pondasi ekonomi yang baik. Terbukti dengan pertumbuhan ekonomi dengan penguatan fundamental dengan indikatornya indeks saham gabungan yang semakin membaik," ujar Eka kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 19/10).


Menurutnya, daya saing kita dengan negara lain juga sudah terus meningkat di level dunia. Nilai ekport, investasi dan cadangan devisa juga terus membaik.

“Dunia telah memberikan penilaian top ten mover karena telah berhasil melakukan peningkatan kualitas di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Eka yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Mahasiswa Satria Muda Indonesia Sejahtera (Samudra).

Ia menambahkan, pemberantasan korupsi di negara ini sudah mulai terlihat dengan nyata. Terbukti di masa pemerintahan SBY siapapun yang terlibat korup pasti diproses tanpa ada pola pembekuan kasus. Dan yang paling penting stabilitas politik dan keamanan terjaga baik, sehingga investasi terjaga pula.

“Saya sendiri orang daerah yang tahu persis kondisi daerah. Menjadi aneh buat kami jika aksi mahasiswa parameter adalah situasi politik di Jakarta buka data yang sebenarnya. Kami berharap, stop mahasiswa berpolitik,” pungkasnya. [dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya