Berita

ist

Pengamat: Indonesia Perlu Tiru Israel

RABU, 19 OKTOBER 2011 | 15:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemerintah Indonesia perlu meniru cara Israel dalam melindungi seluruh warganya, khususnya yang berada di luar negeri.

Demikian diungkapkan pengamat yang juga Direktur Pusat Kajian Timur Tengah (PKTT) FISIP UMJ, Hery Sucipto, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 19/10).

Hery menyampaikan hal itu saat dimintai tanggapannya seputar pembebasan sersan Gilat Salit, tentara Israel yang ditahan Hamas Palestina, yang kemudian ditukar dengan 1027 tahanan Palestina di Israel. Kesepakatan itu sendiri dicapai antara Hamas dan PM Israel, Benyamin Netanyahu, di Kairo, beberapa waktu lalu.


"Lihat bagaimana pemerintah rezim zionis serius melindungi segenap tumpah darah warganya. Apa istimewanya seorang Gilat Salit, seorang Sersan muda, yang ditukar dengan 1000 lebih tahanan Palestina. Artinya, sekalipun 1 nyawa, Israel tetap melindungi dan membawa pulang Salit yang telah 6 tahun disekap Hamas," papar Hery.

Wasekjend PP Pemuda Muhammadiyah ini melanjutkan, sekalipun kita sering mengecam dan mengutuk tindakan penjajahan Israel atas Palestina, tapi dalam soal perlindungan yang dilakukan Israel terhadap rakyatnya, patutlah ditiru. Bangsa Israel, jelasnya, memelihara erat ajaran nenek moyang mereka, kaum Yahudi, yang mengajarkan untuk saling melindungi warganya dan selalu berkumpul bersama, serta tidak boleh ada yang kesepian sendirian.

"Gilat Salit kesepian sendiri selama enam tahun. Selama itu pula Israel mengerahkan segala cara untuk membebaskannnya, tetapi gagal karena tidak tahu di mana keberadaan Salit. Akhirnya ditukarlah satu orang dengan seribu lebih tahanan Palestina. Bagi Israel, yang penting Salit selamat," paparnya.

Dalam konteks itu, masih menurut Hery, pemerintah Indonesia begitu lalim terhadap rakyatnya sendiri, terutama yang menjadi TKI di luar negeri. Mereka banyak yang disiksa bahkan dihukum mati tanpa sentuhan bantuan pemerintah.

"Ini kejahatan terorganisir. Apa gunanya ada kementerian tenaga kerja, ada BNP2TKI, dan lainnya, tapi pemerintah tak bisa banyak berbuat menolong warganya di luar. Konstitusi mengamanatkan perlindungan seluruh tumpah darah. Jadi, ini bisa dikatakan pelanggaran terhadap konstitusi," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya