Berita

presiden sby/ist

RESHUFFLE KIB II

SBY Jamin Tidak Ada Matahari Kembar

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 20:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Presiden SBY menyampaikan pengumuman soal penataan ulang kabinetnya di Istana Negara, Jakarta. Sebelum dia menyebutkan satu per satu menteri yang dicopot dan menggantikannya serta jajaran wakil menteri baru, dia menyampaikan hal khusus untuk diketahui rakyat Indonesia.

"Pertama, jumlah menteri anggota kabinet setelah dilaksanakan reshuffle itu tetap, tidak bertambah. Tetap saya pertahankan jumlah 34 ini sehingga tak ada penambahan atau penggemukan KIB II ini," katanya, Selasa malam (18/10).

Sesuai UU 39/2008 tentang Kementerian Negara disebutkan bahwa presiden dapat mengangkat wakil menteri yang bukan merupakan bagian dari anggota kabinet. Fasilitasnya tidak sama dengan menteri dan bertugas membantu dan menjadi bagian dari penetapan kebijakan atau policy making yang dibuat menteri.


"Adapun ketentuan dan syarat wakil menteri sesuai UU 39/2008 yaitu wakil menteri adalah pejabat karir dalam arti pegawai negeri sipil. Wakil menteri adalah wakil sebagaimana wakil presiden, wakil ketua MPR, atau wakil Ketua DPR, DPD atau Wakil Kapolri, Wakil Jaksa Agung, Bupati atau Walikota sehingga tak ada istilah matahari kembar," jelasnya.

Pengangkatan tersebut, katanya, sesuai beban tugas dan sasaran kementerian sehingga pos tersebut tidak permanen, bisa diadakan dan bisa ditiadakan berpulang pada urgensi dan keperluannya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya