Berita

MA SANTOSA/ist

Mas Achmad Santosa Bisa Dijerat Pasal Pidana

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 16:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Janji anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, mengembalikan aktivis Greenpeace dari Inggris, Andrew Tait, ditagih Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Hari Sabtu lalu (15/10) Mas Achmad Santosa yang biasa dipanggil Ota membantu Andrew Tait lolos dari kantor imigrasi di Bandara Halim Perdanakusuma. Andrew Tait ditangkal masuk ke Indonesia karena diduga memalsukan paspor.

“Sampai sekarang Andrew belum dikembalikan. Padahal kami sedang memproses dugaan pemalsuan paspor miliknya,” ujar Humas Ditjen Imigrasi Maryoto, Selasa siang (18/10).


Menurut data yang dimiliki Ditjen Imigrasi, ada dua dokumen yang berbeda yakni atas nama Andrew John Tait dan Andrew Ross Tait. Adapun pemilik dokumen Andrew John Tait masuk dalam daftar tangkal imigrasi. Pihak imigrasi masih menyelidiki dua dokumen yang berbeda ini.
 
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Michael Tenne, secara terpisah, menjelaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin terhadap seseorang yang ditangkal  imigrasi. 
“Apalagi orang tersebut membahayakan stabilitas keamanan nasional,” ujarnya.
 
Pengamat hukum Universitas Indonesia Budidarmono mengatakan Ota bisa diproses hukum apabila Andrew Tait terbukti melanggar hukum Indonesia.

“Kalau Andrew Tait memalsukan dokumen, Mas Achmad Santosa telah menjual negara sendiri. Paling tidak dengan meloloskan Andrew, dia sudah bisa diduga ikut bersekongkol melakukan perbuatan melawan hukum, dan itu bisa dipidana,” kata Budidarmono. [guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya