Berita

Novak Djokovic

Olahraga

Status Djokovic Aman Sampai Akhir Tahun

SABTU, 15 OKTOBER 2011 | 05:45 WIB

RMOL. Kekalahan Rafael Nadal atas petenis Jerman, Florian Ma­yer di Shanghai Masters 2011 ru­panya menjadi berkah buat No­vak Djokovic. The Djoker, juluk­an Djokovic, dipastikan tetap menyandang petenis no­mor satu dunia sampai akhir 2011.

Saat ini, petenis asal Serbia ini berada di puncak rangking ATP dengan mengantongi 14220 poin. Sementara, Nadal yang me­nempati posisi kedua mengo­leksi 10375 poin dan diikuti Ro­ger Federer dengan nilai 8380 poin.

Atas kekalahan Nadal di ba­bak awal di Shanghai Masters, otomatis perolehan poin Djok­o­vic tak akan terkejar Nadal yang jadi pesaing terdekat, hingga tur­namen final ATP yang digelar 21-28 November mendatang.

Djokovic juga sukses mema­tah­kan dominasi Federer dan Na­dal yang selalu menyelesaikan satu musim turnamen sebagai pe­tenis peringkat satu dunia, sejak petenis Amerika Serikat, An­dy Roddick melakukannya 2003 silam.

Musim ini, Djokovic sudah me­menangi sepuluh gelar, ter­ma­suk tiga grand slam; Australia Terbuka, Wimbledon dan Ame­rika Terbuka. Selain itu, dia ber­hasil mencatat rekor 64-3 dan su­dah mengoleksi uang hadiah se­besar Rp 94 miliar sepanjang 2011.

Sementara itu, London dipas­tikan menjadi tuan rumah per­tan­dingan turnamen tenis ATP World Tour Final. Tapi, Nadal mu­lai mengeluhkan soal pajak yang dibebankan kepada pemain sangat memberatkan.

Nadal menyatakan, keputusan pemerintah Inggris untuk mem­berlakukan pajak sebesar 50 per­sen setiap sekali tampil, mem­buat even ini terancam tidak da­pat menggelar pertandingan. “Me­mang sangat berat dengan apa yang terjadi di Inggris de­ngan pajak. Ini merupakan se­buah hal yang negatif,” kata Nadal.

Nadal mengakui, London me­mang sebuah kota yang fantastis. Setiap pertandingan berlang­sung, stadion selalu dipenuhi oleh penonton. Meski demikian, pihaknya meminta pemerintah setempat tidak menerapkan pajak yang besar.

“Rezim pajak di Inggris terlalu rumit. Saya bisa kehilangan uang karena saya bermain di sana. Saya harus bermain di Wim­ble­don,” katanya.   [rm]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya