Berita

Felipe Mas­sa

Olahraga

Massa & Hamilton Segera Islah

Insiden GPF1 Singapura
KAMIS, 06 OKTOBER 2011 | 02:40 WIB

RMOL. Pembalap Ferrari Felipe Mas­sa tidak mau memperpanjang berkonflik, menyusul insiden tabrakan dengan Lewis Hamil­ton di Sirkuit Marina Bay, Si­nga­pura, akhir pekan lalu.

Seusai balapan, Massa ma­sih terlihat dendam kepada Ha­milton yang dianggap ‘perusak balapan’ karena menabrak ba­gian belakang mobil  Massa. Yang lebih memperkeruh, ber­edar suara rekaman dari kubu Ferrari yang isinya meminta Mas­­­sa menghancurkan peba­lap asal Inggris tersebut.

Menanggapi derasnya pem­be­ritaan miring soal insiden tersebut, Massa menyatakan akan segera bertemu de­ngan Hamilton untuk berdamai.

“Saya yakin Lewis dan diri­ku akan menemukan cara un­tuk menjernihkan hal itu dan menyudahi kisah ini, karena hal seperti itulah yang paling te­pat dilakukan di antara dua pem­balap. Apa yang terjadi di lintasan, tetap di lintasan,” kata Massa di PlanetF1.

Sementara itu, tim Ferarri me­lalui Tombazis Nikolas se­la­ku kepala disainer tim me­nya­takan, jet darat mereka akan tam­pil dengan desain yang le­bih agresif di musim depan, ka­rena beranggapan bahwa desain mobil yang cukup kuno pada saat ini dinilai sebagai faktor menurunnya prestasi Ferarri.

“Sebuah pendekatan yang le­bih agresif telah datang seba­gai hasil dari analisis yang ka­mi lakukan dari kekalahan se­lama beberapa tahun terakhir,” kata Nikolas.

“Jadi untuk mobil tahun de­pan, kami telah menyetujui pen­dekatan yang jauh lebih agre­sif di bagian depan aero­di­namis yang di dalamnya di­perlukan hubungan lebih de­kat, bekerja dengan mereka mengembangkan struktur mo­bil,” jelasnya.

Secara teknis, Ferarri akan memaksimalkan ruang aerodi­na­mis sebagai unsur penting da­­lam revolusi desain tim pa­brikan asal Italia di musim men­­­datang.

“Mungkin membuatnya le­bih sulit ketika mempertim­bang­kan aspek-aspek lain dari mo­bil itu, tetapi memungkin­kan lebih ba­nyak ruang untuk me­ngem­bang­­kan aerodina­mis,” pung­kas­­nya.    [rm]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya