Berita

ilustrasi

Tahun Ini Rokok Sumbang Rp 62 Triliun ke Negara

SELASA, 04 OKTOBER 2011 | 22:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Industri rokok dapat dikatakan sebagai satu-satunya industri nasional yang masih bertahan. Industri ini tidak hanya terintegrasi secara nasional dari hulu hingga ke hilir, tapi juga sampai ke pemasarannya di tingkat eceran. Bahkan, industri rokok menggunakan tenaga kerja asli Indonesia.

Demikian dikatakan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Syamsul Hadi. Tak hanya itu, kontribusi dari industri rokok bagi ekonomi Indonesia juga terlihat dari besarnya penerimaan negara dari cukai rokok.

"Penerimaan negara yang berasal dari cukai rokok di tahun 2011 mencapai Rp 62,759 triliun," kata Syamsul saat bedah buku "Kriminalisasi Berujung Monopoli" di Jakarta Media Centre, Jakarta Pusat, Selasa (4/10).


Menurutnya, kontribusi lain yang berasal dari industri rokok, yaitu penciptaan lapangan pekerjaan. Ada 1,25 juta orang bekerja di ladang-ladang tembakau, 1,5 juta orang bekerja di ladang cengkeh, dan sekurang-kurangnya ada 10 juta orang terlibat langsung dalam industri rokok.

"Menurut data Berdikari tahun 2010, itu tercatat 24,4 juta orang terlibat secara tak langsung dalam industri ini," ucapnya.

Syamsul menambahkan, selain berkontribusi bagi ekonomi nasional, industri rokok juga memberikan sumbangsih bagi ekonomi daerah. Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tahun 2009 mencapai Rp10,05 miliar dan Rp13,67 miliar pada 2010. Di Kudus, Jawa Timur, pada tahun 2009 menyumbang Rp15,1 triliun dari total pendapatan cukai nasional yang mencapai Rp60 triliun.

"Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor ini adalah 84.988 orang," ujarnya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya