Berita

Miguel Cotto

Olahraga

Cotto Usik Kecurangan Margarito

Jelang Duel Jilid II
SELASA, 27 SEPTEMBER 2011 | 06:01 WIB

RMOL. Perang urat syaraf mulai dilan­carkan jelang per­ta­rungan rematch antara juara kelas menengah WBA junior Miguel Cotto kontra petinju Mek­siko Antonio Margarito.

Cotto menyatakan, lawannya bakal mendapat banyak tekanan pada pertarungan Jilid II yang digelar di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, 3 Desember mendatang.

Soalnya, setelah mengantongi kemenangan dipertandingan pertamanya melawan Cotto 2008, Margarito kedapatan meng­gunakan handwraps (sa­rung tangan) illegal saat meng­hadapi Shane Mosley pada Januari 2009.

“Setelah kekalahan saya atas Mar­garito, skandal itu datang, dan dia diskors selama lebih dari setahun. Sementara, saya tampil semakin baik, dan dalam per­tan­dingan berikutnya saya mampu memperbaiki catatan rekor saya,” ujar Cotto di Boxings­cene.com.

Dengan kenyataan itu, Cotto yakin, tekanan yang didapat Margarito akan cukup besar di pertandingan nanti. “Saya hidup dan belajar dari apa yang terjadi dalam hidup. Saya tidak mensia-siankannya sejak kekelahan 2008 lalu. Kekalahan itu akan memo­tivasi saya dalam pertaru­ngan nanti,” sambung Cotto.

Seperti diketahui, saat laga perebutan gelar  juara dunia kelas welter versi WBA, Juli 2008 lalu, Cotto kalah TKO pada ronde ke-11. Dalam duel ini, Cotto mengalami cedera serius di bagian wajahnya. Kedua pelipisnya berdarah, dan Cotto juga mengalami patah tulang hidung.

Namun, saat pertarungan Mar­garito versus Mosley Januari 2009, Margarito kedapatan meng­gunakan sarung tangan ilegal. Para pecinta tinju pun berspekulasi jika Margarito juga melakukan kecurangan sama saat bertarung melawan Cotto, sehingga sukses membuat wajah Cotto babak belur.

Kemudian, giliran Margarito harus menjalani operasi wajah setelah mengalami patah tulang orbtal setelah dikalahkan petinju Manny Pacquiao, November 2010 lalu. Dalam duel ini, Mar­ga­rito masih bertahan hingga ronde 12 dan dinyatakan kalah angka.  [rm]


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya