Berita

ist

Payah, Banggar DPR Cederai Keadilan Masyarakat

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2011 | 00:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sikap Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menolak untuk membahas RAPBN 2012 adalah sikap yang anti demokrasi dan mencederai rasa keadilan masyarakat. Penolakan Banggar lantaran sejumlah pimpinannya diperiksa KPK bukanlah alasan yang bisa diterima, apalagi dibenarkan.

"KPK telah bertindak sesuai prosedur," ujat Sekjen Benteng Kedaulatan (BK), Danial F Lolo, melalui pesan singkat yang dikirimnya Sabtu malam (24/9).

"Ini adalah sikap yang anti demokrasi dan mencederai rasa keadilan masyarakat,” kata Lolo lagi.


Lolo menambahkan, dampak dari berhentinya peroses pembahasan RAPBN tentunya akan merugikan banyak pihak yang ujung-ujungnya menyangkut hajat hidup rakyat.

Sikap dan tindakan Banggar itu, sambung Lolo, semakin menguatkan dugaan publik bahwa memang ada mafia dalam Banggar yang mengatur alokasi anggaran dan peruntukannya. Banggar membangun logikanya sendiri, seolah olah badan yang di DPR yang superbody dan kebal hukum.

"Penting menjadi bahan refleksi bersama bahwa amanat reformasi yang menjadi spirit pasca runtuhnya kekuasaan Orde Baru tidak berjalan sebagaimana mestinya. Spirit clean and good goverment untuk membangun sistem pemerintahan yang demokratis sangat jauh panggang dari api," pungkas Lolo.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya