Berita

ist

RUPIAH MELEMAH

PKS: Penarikan Devisa Ekspor Bisa Menolong Industri

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2011 | 20:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai cukup mengkhawatirkan. Penurunannya yang cukup signifikan serta ancaman ketidakpastian terkait memburuknya perekonomian global akibat krisis utang AS dan Eropa, harus direspon oleh pemerintah.

Menurutnya politisi PKS, Awal Mucharam, yang dibutuhkan saat ini adalah sumber devisa yang lebih stabil dan tidak fluktuatif seperti capital inflow dari pasar modal dan surat utang.

"Apalagi diperkirakan nilai impor Indonesia akan semakin besar di tahun 2012, kita butuh devisa untuk membiayai impor," kata Ecky kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat malam, 23/9).


Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Ecky ini, impor Indonesia selama ini didominasi impor barang modal dan bahan baku penolong, sementara impor barang konsumsi nilainnya kecil. Sehingga kalau kinerja impor terganggu maka akan mengganggu kinerja perindustrian secara keseluruhan.

Seperti diketahui, impor barang modal mencapai 22 persen, impor bahan baku penolong mencapai 71 persen, sementara impor barang konsumtif hanya sekitar 7 persen.

"Kalau tidak ada devisa kita tidak bisa mengimpor mesin-mesin dan bahan baku untuk industri kita," kata Ecky sembari mendukung langkah Bank Indonesia untuk mengamankan devisa dengan kebijakan penarikan devisa hasil ekspor untuk melindungi perindustrian di dalam negeri. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya