Berita

Sony Dwi Kuncoro

Olahraga

Sony Keok di Kualifikasi

Haryanto Arbi: PBSI Harus Beri Kesempatan Atlet Muda
RABU, 21 SEPTEMBER 2011 | 05:27 WIB

RMOL. Kegagalan demi kegagalan terus meng­hantui pebulu­tang­kis tunggal putra Pelatnas Sony Dwi Kuncoro. Pemain berusia 27 tahun ini kembali bernasib tragis, tersingkir di babak kualifikasi Jepang Terbu­ka Super Series 2011.

Sony gagal melaju ke babak utama setelah disingkirkan pe­main tuan rumah, Shuhei Haya­saki 21-23 dan 17-21 dalam per­tandingan di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tok­yo, kemarin.

Di laga tersebut, Shuhei hanya membutuhkan waktu 37 menit un­tuk meraih kemenangan dua ga­me langsung atas Sony yang pe­ringkatnya melorot ke-69 du­nia. Pada game pertama, Sony le­bih sering memimpin bahkan hing­ga kedudukan 21-20. Na­mun, dia gagal merebut game pembuka setelah lawan yang ba­ru pertama kali bertemu itu me­re­but dua poin terakhir untuk mem­bukukan ke­menangan 23-21.

Di game kedua, dia tertinggal se­jak awal sebelum pemain Je­pang peringkat 154 tersebut me­rebut game kedua 21-17 dan me­menangi pertandingan. Sony men­­jadi satu-satunya wakil In­do­­nesia yang mengawali turna­men berhadiah total 200.000 dolar AS tersebut pada babak kua­lifikasi.

Kegagalan ini melengkapi ca­tatan buruk Sony di tahun ini. Se­belumnya, dia tersingkir di ba­bak kualifikasi Indonesia Ter­bu­ka, di babak pertama Swiss Ter­buka, dan tersingkir di semifinal Taiwan Terbuka.

Dengan tumbangnya Sony, ma­ka Indonesia hanya menem­pat­kan empat wakil di tunggal pu­tra yaitu Taufik Hidayat, Si­mon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka dan pemain muda Tom­my Sugiarto.

Di babak pertama, Simon akan menghadapi tunggal Jepang Shu Wada, sementara Taufik yang me­nempati unggulan kelima me­lawan pemain Taiwan, Tien Chen Chou. Selanjutnya, Hayom ditantang unggulan kedelapan asal China, Pengyu Du dan Tom­my akan menguji pemain Hong Kong Yun Hu.

Di kelompok putri, Maria Fe­be Kusumastuti yang semula ju­ga harus mulai dari babak kuali­fikasi, mendapat promosi ke ba­bak utama untuk bertemu pe­ma­in Thailand Sapsiree Taerattana­chai yang lolos dari babak kua­lifikasi. Selain Maria, Indonesia menurunkan Adriyanti Firdasari, Lindaweni Fanetri, dan Aprilia Yuswandari.

Di tempat terpisah, bekas pe­bulutangkis nasional Haryanto Arbi mengkritik Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh In­donesia (PB PBSI)  terkait ke­ka­lahan anak didiknya. Menu­rut­­nya, Cipayung harus legowo untuk tidak menurunkan pemain tua.

“Pemain-pemain tua harus di­ganti, PBSI harus memberi ke­sempatan kepada pemain yang muda,” kata Haryanto Arbi saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Pelatnas Cipayung, lanjutnya, harus mem­fokuskan pada atlet-atlet mu­da dan jangan meng­andalkan atlet tua terutama menghadapi SEA Games 2011. “Jika yang tua prestrasinya tidak stabil, kenapa tidak memberi kesempatan pada yang muda-muda. Jika tidak pe­luang SEA Games untuk juara akan sulit,” katanya.   [rm]


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya