Berita

rmol

Kadinda Sulbar Semarakkan ASEAN Plus Culinary Festival 2011

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2011 | 23:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kamar Dagang dan Industri Daerah Sulawesi Barat (Kadinda Sulbar) memeriahkan event kuliner internasional bertajuk ASEAN Plus Culinary Festival 2011. Acara yang berlangsung di La Piazza Kelapa Gading ini rencananya digelar selama 3 hari, mulai 16-18 September mendatang.

Wakil Ketua Umum Kadinda Sulbar, Ryan Megah Mandalawaty, disela-sela acara mengungkapkan, keikutsertaan Sulbar dalam kegiatan itu merupakan upaya untuk menggali besarnya potensi kuliner khas Sulbar, khususnya berbagai macam jajanan, aneka penganan dan makanan kering. Dimana arahnya adalah membangun usaha mandiri daerah atau home industry.

"Potensinya sangat besar, dari ikan, coklat, kopi, sawit, pisang, hingga kelapa. Kalau potensi ini diolah dengan baik, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terang Ryan yang membidangi Perdagangan, Logistik, Luar Negeri dan Investasi Kadinda Sulbar.


Partisipasinya dalam ASEAN Plus Culinary Festival 2011 yang digagas Kementerian Luar Negeri atas kerjasamanya dengan Sentra Kelapa Gading (PT Summarecon) dan Indonesian Chef Association (ICA), kata dia, merupakan program kerja jangka pendek Kadinda Sulbar. Adapun program jangka panjangnya mencakup pembangunan sarana dan prasarana guna menarik wisatawan lokal dan manca untuk datang ke Sulbar sekaligus menanamkan sahamnya disana.

Terkait hal ini pula pihaknya selama ini menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat dengan membentuk DPAC Kadin di masing-masing kabupaten dan kota, guna meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat aneka macam kue dan jajanan.

"Kendala utama dalam usaha kecil menengah di Sulbar adalah modal dan pemasaran. Karenanya kami menggandeng BRI dan BNI dalam hal permodalan, sedangkan pemasaran salah satunya dengan mengikuti event-event seperti ini," beber Ryan.

Sementara itu Ketum Kadinda Sulbar, Harry Warganegara, mengatakan, upaya menarik wisatawan lokal dan manca negara terhadap besarnya potensi dan sektor pariwisata di Sulbar menjadi prioritas pihaknya. Salah satunya dengan mengikuti festival serupa tingkat internasional di Malaysia beberapa waktu lalu.

"Indonesia sangat kaya dengan kuliner tradisional yang sangat khas. Bila potensi ini dimaksimalkan, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi Indonesia mempunyai kekuatan sebagai Ketua ASEAN," ucapnya.

Hal yang dinilainya sejalan dengan ASEAN Awareness, karena melibatkan berbagai kelompok masyarakat termasuk kalangan pemuda.

ASEAN Plus Culinary Festival 2011 sendiri diikuti 34 booth yang terdiri dari makanan dan minuman. Tercatat Vietnam, Malaysia, Thailand, Pakistan, Filipina dan Jepang ikut menyemarakkan event yang akan dijadikan kegiatan rutin tahunan tersebut. Selama 3 hari, pengunjung juga dimanjakan berbagai hiburan. Diantaranya art and culture performance, ASEAN character humanoid, serta live band performance. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya