Berita

anas urbaningrum/ist

Anas Urbaningrum: Lebih Baik Nazaruddin Beberkan Fakta Sebenarnya

SABTU, 03 SEPTEMBER 2011 | 11:04 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Jauh lebih baik bila mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang kini mendekam di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, membuka mulut dan membeberkan semua fakta yang diketahuinya tentang berbagai kasus suap proyek yang didanai APBN.

Termasuk suap dalam kasus pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang, Jawa Barat, yang melibatkan pejabat di Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng.

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, ketika mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur (Sabtu, 3/9) juga menyampaikan hal yang sama.

“Lebih baik jika yang bersangkutan (Nazaruddin) menyampaikan fakta-fakta yang sebenarnya,” ujar Anas kepada wartawan di Tebuireng beberapa saat lalu (Sabtu, 3/9).

Pernyataan Anas mengenai sikap diam Nazaruddin ini disampaikan staf pendamping Anas kepada Rakyat Merdeka Online.

Ketika masih berada di pelarian, Nazaruddin menuding beberapa elite partai itu ikut menikmati hasil dari praktik suap menyuap sejumlah proyek APBN. Anas Urbaningrum termasuk yang dituding Nazaruddin.

Setelah tertangkap dan mendekam di sel tahanan, Nazaruddin malah menutup mulut. Dalam sepucuk surat kepada Presiden SBY dia berjanji tidak akan membawa-bawa pihak yang sebelum itu dia tuding-tuding. Nazaruddin juga mengatakan siap menanggung sendirian semua akibat hukum yang dilakukannya.

Pondok Pesantren Tebuireng menjadi tempat pertama yang disinggahi Anas Urbaningrum dalam rangkaian safari Lebaran yang dilakukannya di pekan pertama Syawal 1432 H. Sehari sebelumnya dia menggelar open house di kediamannya, di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Srengat, Blitar, Jawa Timur.



Dalam kunjungan ke Tebuireng, Anas disambut KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah dan putra pertamanya, Ipang Wahid. Dalam kunungan ini Anas didampingi istri, dan mertuanya, KH Attabik Alie yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Ali Ma'shum di Krapyak. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya