Berita

ilustrasi/ist

Ditemukan Longsor Purba Berbentuk ‘U’ di Cisarua

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2011 | 19:31 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Patahan Lembang di Jawa Barat bersifat aktif. Karena itu potensi bencana yang dapat ditimbulkannya perlu segera dipelajari dengan seksama untuk meminimalisir jumlah korban dan kerusakan.

Demikian kesimpulan sementara tim Katastropik Purba yang dikirim kantor Staf Khusus Presiden untuk meneliti patahan Lembang setelah gempa di Cisarua, Bandung, Jawa Barat, berkekuatan 3,3 SR pada Minggu sore (28/8) lalu. Menurut BMKG, pusat gempa berada di sebelah barat kota Bandung, pada kedalaman 10 kilometer. Adapun getaran gempa dirasakan di Bandung pada skala II-III MMI.

Tim yang dikirim Senin pagi (29/8) itu untuk melakukan penelitian ke Patahan Lembang terdiri dari Asisten Staf Khusus Presiden, Erick Ridzky, DR Hamzah Latief, DR Danny Hilman, DR Irwan Meilano, dan Ir. Wisnu Aristika.

Menurut Erick Ridzky, mereka menemukan fenomena alam yang sangat menarik di lokasi patahan berupa alur (lembah) sungai besar yang kelihatannya tergeser sekitar 370 meter. 

“Apabila diasumsikan bahwa Patahan Lembang ini dapat menghasilkan gempa berkekuatan 7 SR yang umumnya berasosiasi dengan pergerakan tanah sekitar 1 meter hingga 2 meter, maka pergeseran 370 meter ini ekuivalen dengan gempa 7 SR sebanyak paling tidak 150 kali kejadian,” ujarnya.

“Gempa sebanyak itu memakan waktu puluhan ribu tahun,” sambungnya. 

Dari pengamatan terlihat bahwa selain pergerakan horizontal juga ada pergerakan vertikal dimana blok selatan naik dan blok utara turun.

Sementara itu, sekitar 150 meter di timur lokasi kerusakan akibat gempa, ada yang terlihat seperti sobekan tebing berbentuk "U" yang membuka ke utara. 

“Ini adalah bekas terjadinya Longsor Purba yang cukup besar. Kemungkinan terjadi akibat gempa besar di masa lalu. Ini hal yang cukup mengerikan. Bayangkan kalau longsor seperti ini terjadi sekarang,” katanya lagi.

Terakhir Erick mengatakan, hasil lengkap dari penelitian ini akan dipresentasikan dalam waktu dekat. [guh]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya